Idul Fitri 1441 Hijriyah dan Lahirnya Kaum Sufi Baru

Sabtu, 23 Mei 2020 - 22:23 WIB
Sufi juga selalu beraktivitas di wilayah Quraniyah dengan mempedomani Surah At-Taubah ayat 111 ini:

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan jannah (surga) untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar".

Masih menurutnya, sufi merupakan sosok yang memiliki keadaban Islami. Sedangkan keadaban Islami merupakan sunnatullah, sebuah gerak dinamika kehidupan yang memiliki kepastian hukum secara Qurani, yang harus dijaga keutuhan pertumbuhan dan perkembangannya oleh setiap pribadi muslim. Namun, sufisme bukanlah agama dan tidak akan dijadikan sebagai agama oleh para pengikutnya.

Keberadaan kaum sufi di berbagai lini kehidupan sosial dan kebangsaan, tidak menjajakan komoditas atau melakukan launching atau pemasaran produk baru keagamaan. Mereka adalah siapapun yang mewarisi dan hidup segaris dengan kenabian. Mereka adalah kaum tengah yang santun dan tidak menyemai ambisi kekuasaan.(Baca Juga: Merayakan Idul Fitri dalam Kesunyian)

Akhir kalam, kaum sufi baru ini harus memilki kecerdasan sufistik yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari penggalian, pembangunan dan pengembangan keadaban Islami. Kecerdasan sufistik ini sangat diperlukan dalam menyikapi keadaan potensialitas-impotensialitas ummat.

Yaitu dengan terus menyeruak ke tengah masyarakat untuk memberi warna kehidupan yang teduh di tengah kegalauan dan kegelisahan yang melanda bangsa ini karena pandemi Covid-19. Selamat Idul Fitri 1441 Hijriyah, selamat datang kaum sufi baru!
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!