Pesan Gus Baha Agar Tidak Ditanya Malaikat di Alam Kubur
Jum'at, 04 Juni 2021 - 05:00 WIB
Gus Baha akhirnya menegaskan dalilnya adalah wali-wali Allah itu لاخوف عليهم ولاهم يحزنون (tiada ketakutan dan tiada keresahan). Mereka tidak akan mengalami ketakutan baik di dunia maupun di akhirat.
Kata Gus Baha, sebetulnya Sayyidina Ali mengandalkan temannya (Nabi Muhammad), bukan dirinya sendiri. Sehingga tidak semua orang di alam kubur akan mendapatkan pertanyaan 'Man Rabbuka (siapa Tuhanmu?)'.
Menemukan Allah Lewat Ilmu Matematika
Gus Baha mengungkapkan, kamu harus punya rumus Tauhid seperti Imam Amudy menemukan Tuhan. Beliau menemukan Allah lewat ilmu Matematika.
Saking senangnya Allah, ia (Imam Amudy) lantas disuruh untuk mengajarkan Tauhid kepada para Malaikat. "Wahai para Malaikat, kalian harus mendengar, inilah orang alim yang ahli Matematika!" kata Allah.
Imam Amudy lah yang justru mengerti bahwa asal-usul alam semesta itu dari Dzat yang Satu (من الواحد القهار).
Akhirnya, Imam Amudy mulai mengajari Malaikat tentang hubungan antara angka dua, tiga, empat, hingga angka yang tidak terhingga. Semua itu berasal dari angka Satu.
Gus Baha menilai, iman seperti itu akan setingkat keyakinannya dan keakurasiannya sama dengan imannya para Malaikat.
Makanya Nabi bersabda:
طُوبَى لِمَنْ آمَنَ بِي وَلَمْ يَرَنِي
Kata Gus Baha, sebetulnya Sayyidina Ali mengandalkan temannya (Nabi Muhammad), bukan dirinya sendiri. Sehingga tidak semua orang di alam kubur akan mendapatkan pertanyaan 'Man Rabbuka (siapa Tuhanmu?)'.
Menemukan Allah Lewat Ilmu Matematika
Gus Baha mengungkapkan, kamu harus punya rumus Tauhid seperti Imam Amudy menemukan Tuhan. Beliau menemukan Allah lewat ilmu Matematika.
Saking senangnya Allah, ia (Imam Amudy) lantas disuruh untuk mengajarkan Tauhid kepada para Malaikat. "Wahai para Malaikat, kalian harus mendengar, inilah orang alim yang ahli Matematika!" kata Allah.
Imam Amudy lah yang justru mengerti bahwa asal-usul alam semesta itu dari Dzat yang Satu (من الواحد القهار).
Akhirnya, Imam Amudy mulai mengajari Malaikat tentang hubungan antara angka dua, tiga, empat, hingga angka yang tidak terhingga. Semua itu berasal dari angka Satu.
Gus Baha menilai, iman seperti itu akan setingkat keyakinannya dan keakurasiannya sama dengan imannya para Malaikat.
Makanya Nabi bersabda:
طُوبَى لِمَنْ آمَنَ بِي وَلَمْ يَرَنِي
Lihat Juga :