Banyak Anak Banyak Keuntungan?
Sabtu, 19 Juni 2021 - 05:00 WIB
2. Banyak anak merupakan anugerah Allah
Jumlah yang banyak adalah karunia, sehingga Kaum Nabi Syu’aib‘alaihissalam diperingati tentang karunia mereka yaitu jumlah yang banyak padahal dahulunya sedikit,
وَاذْكُرُواْ إِذْ كُنتُمْ قَلِيلاً فَكَثَّرَكُمْ
"Dan ingatlah di waktu dahulunya kamu berjumlah sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu. (QS Al-A’raf: 86)
Baca juga: Bukan Kiamat, Ahli Pastikan Matahari Terbit dari Utara Siklus Normal
3. Rumah sepi kalau anak sedikit
Apalagi mulai ditinggal sekolah atau anak-anak mulai menikah dan tinggal di kota berbeda. Karena anak-anak adalah permata hati, hiburan bagi orang tua. Lelahnya bekerja dan mengasuh, akan hilang dengan senyum manis keluguan mereka.
Orang tua akan sangat sayang kepada anaknya, karenanya Allah mengingatkan anak agar tidak menjadi fitnah/ujian sebagaimana ujian harta, terlalu sayang kepada anak dan mendidik dengan kemanjaan berlebihan.
Allah Ta'ala berfirman,
إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ
“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah fitnah/ujian (bagimu).” (QS At-Taghabun: 15)
4. Banyak anak, banyak rezeki
Asalkan rezeki dijemput, tidak bermalas-malasan. Dalam Al-Qur'an, kita diberi rezeki dengan kehadiran anak. Allah menyebut memberi rezeki anak dan baru kemudian orang tuanya.
Baca juga: Kartu Prakerja Sudah Dinikmati 8,3 Juta Orang, Terbanyak dari Jateng
Allah Ta'ala berfirman,
وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ ۖ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ ۚ إِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْئًا كَبِيرًا
Jumlah yang banyak adalah karunia, sehingga Kaum Nabi Syu’aib‘alaihissalam diperingati tentang karunia mereka yaitu jumlah yang banyak padahal dahulunya sedikit,
وَاذْكُرُواْ إِذْ كُنتُمْ قَلِيلاً فَكَثَّرَكُمْ
"Dan ingatlah di waktu dahulunya kamu berjumlah sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu. (QS Al-A’raf: 86)
Baca juga: Bukan Kiamat, Ahli Pastikan Matahari Terbit dari Utara Siklus Normal
3. Rumah sepi kalau anak sedikit
Apalagi mulai ditinggal sekolah atau anak-anak mulai menikah dan tinggal di kota berbeda. Karena anak-anak adalah permata hati, hiburan bagi orang tua. Lelahnya bekerja dan mengasuh, akan hilang dengan senyum manis keluguan mereka.
Orang tua akan sangat sayang kepada anaknya, karenanya Allah mengingatkan anak agar tidak menjadi fitnah/ujian sebagaimana ujian harta, terlalu sayang kepada anak dan mendidik dengan kemanjaan berlebihan.
Allah Ta'ala berfirman,
إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ
“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah fitnah/ujian (bagimu).” (QS At-Taghabun: 15)
4. Banyak anak, banyak rezeki
Asalkan rezeki dijemput, tidak bermalas-malasan. Dalam Al-Qur'an, kita diberi rezeki dengan kehadiran anak. Allah menyebut memberi rezeki anak dan baru kemudian orang tuanya.
Baca juga: Kartu Prakerja Sudah Dinikmati 8,3 Juta Orang, Terbanyak dari Jateng
Allah Ta'ala berfirman,
وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ ۖ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ ۚ إِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْئًا كَبِيرًا
Lihat Juga :