Ketika Ditimpa Musibah, Ujian atau Hukuman?
Jum'at, 25 Juni 2021 - 09:49 WIB
Hendaknya seorang hamba senantiasa berprasangka baik kepada Tuhannya. Dalam setiap kondisi. Allah Subhanahu wa ta’ala lebih utama dalam kebaikan dan Dia Pemilik Ketakwaan dan Pemilik Ampunan. Foto ilustrasi/ist
Bila seseorang mendapatkan musibah , pasti ada pertanyaan yang menyelinap di dalam hati. Apakah musibah yang menimpa tersebut adalah ujian atau hukuman bagi seseorang tersebut? Hal ini juga dipertanyakan kepada diri kita sendiri.
Baca juga: Tinggalkan Dosa Zina, Akhirnya Jadi Ahli Surga
Lantas, bagaimana mengetahui bahwa musibah tersebut ujian atau hukuman bagi seseorang? Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid KH Abdullah Gymanstiar menjelaskan hal tersebut dalam tausiyah online, kemarin. Berikut paparan dai kondang yang akrab disapa AA Gym ini:
Pertama, dosa dan kemaksiatan yang dilakukan oleh seseorang, baik kekufuran, kemaksiatan atau dosa besar. Maka Allah Ta’ala menguji disebabkan pelaku kemaksiatan melakukannya berlebihan sebagai hukuman yang disegerakan.
Baca juga: Sihir, Senjata Orang Jahat untuk Merusak Hubungan Rumah Tangga
Biasanya manusia itu diberi hukuman dengan tingkat kepahitan sesuai dengan dosa yang ia lakukan. Sebesar apa seseorang mengundang dosa ke dalam dirinya maka sebesar itu balasan atau hukuman yang diterima.
Allah Ta’ala telah menimpakan musibah pada waktu Uhud dengan keguguran yang besar. Mereka adalah para Sahabat Nabi sallallahu alaihi wa sallam, manusia terbaik setelah para Rasul dan para Nabi disebabkan menyalahi perintah Nabi sallallahu alaihi wa sallam. Bagaimana seseorang menyangka hal itu pada dirinya layak untuk mengangkat derajatnya pada setiap musibah yang menimpanya.
Baca juga: Bolehkah Menyambung Bulu Mata? Bagaimana Hukumnya?
Dahulu Ibrahim bin Adham rahimahullah ketika beliau melihat hembusan angin kencang dan perubahan (cuaca) di langit beliau mengatakan, “Ini disebabkan dosaku. Kalau sekiranya saya keluar diantara kamu semua, maka tidak akan menimpa pada kalian semua.”
Kedua, Keinginan Allah Ta’ala untuk meninggikan derajat orang mukmin yang sabar melalui ujian. Sehingga dicoba dengan musibah agar ridho dan bersabar, dan akan diberikan pahala orang-orang sabar di akhirat. Ditulis di sisi Allah termasuk orang yang beruntung. Dimana cobaan seringkali mengiringi para Nabi dan orang-orang sholeh tanpa meninggalkan mereka. Allah menjadikan sebagai kemuliaan bagi mereka agar mendapatkan derajat tinggi di surga.
Baca juga: Tinggalkan Dosa Zina, Akhirnya Jadi Ahli Surga
Lantas, bagaimana mengetahui bahwa musibah tersebut ujian atau hukuman bagi seseorang? Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid KH Abdullah Gymanstiar menjelaskan hal tersebut dalam tausiyah online, kemarin. Berikut paparan dai kondang yang akrab disapa AA Gym ini:
Pertama, dosa dan kemaksiatan yang dilakukan oleh seseorang, baik kekufuran, kemaksiatan atau dosa besar. Maka Allah Ta’ala menguji disebabkan pelaku kemaksiatan melakukannya berlebihan sebagai hukuman yang disegerakan.
Baca juga: Sihir, Senjata Orang Jahat untuk Merusak Hubungan Rumah Tangga
Biasanya manusia itu diberi hukuman dengan tingkat kepahitan sesuai dengan dosa yang ia lakukan. Sebesar apa seseorang mengundang dosa ke dalam dirinya maka sebesar itu balasan atau hukuman yang diterima.
Allah Ta’ala telah menimpakan musibah pada waktu Uhud dengan keguguran yang besar. Mereka adalah para Sahabat Nabi sallallahu alaihi wa sallam, manusia terbaik setelah para Rasul dan para Nabi disebabkan menyalahi perintah Nabi sallallahu alaihi wa sallam. Bagaimana seseorang menyangka hal itu pada dirinya layak untuk mengangkat derajatnya pada setiap musibah yang menimpanya.
Baca juga: Bolehkah Menyambung Bulu Mata? Bagaimana Hukumnya?
Dahulu Ibrahim bin Adham rahimahullah ketika beliau melihat hembusan angin kencang dan perubahan (cuaca) di langit beliau mengatakan, “Ini disebabkan dosaku. Kalau sekiranya saya keluar diantara kamu semua, maka tidak akan menimpa pada kalian semua.”
Kedua, Keinginan Allah Ta’ala untuk meninggikan derajat orang mukmin yang sabar melalui ujian. Sehingga dicoba dengan musibah agar ridho dan bersabar, dan akan diberikan pahala orang-orang sabar di akhirat. Ditulis di sisi Allah termasuk orang yang beruntung. Dimana cobaan seringkali mengiringi para Nabi dan orang-orang sholeh tanpa meninggalkan mereka. Allah menjadikan sebagai kemuliaan bagi mereka agar mendapatkan derajat tinggi di surga.
Lihat Juga :