Dahsyatnya Sakaratul Maut Seperti Tusukan Pedang 300 Kali

Jum'at, 25 Juni 2021 - 14:44 WIB
Peristiwa sakaratul maut adalah sesuatu yang pasti dialami setiap manusia. Foto ilustrasi/Ist
Dahsyatnya sakaratul maut akan dialami semua manusia baik umat muslim maupun non muslim. Tak ada yang bisa menghindar dari pedihnya sakaratul maut kecuali orang-orang yang dirahmati-Nya.

Para Nabi termasuk Baginda Rasulullah yang mulia juga mengalami peristiwa menyakitkan itu. Rasulullah menggambarkan sakaratul maut seperti tusukan pedang 300 kali. Semoga Allah melindungi kita dari pedihnya sakaratul maut.

Baca Juga: Pesan Rasulullah SAW Saat Beliau Menghadapi Sakaratul Maut

Ustaz Said Baumar dilansir dari portal alirsyad.or.id mengatakan, proses tercabutnya nyawa manusia akan diawali dengan detik-detik menegangkan lagi menyakitkan. Peristiwa ini dikenal sebagai sakaratul maut.

Ibnu Abi Ad-Dunya rahimahullah meriwayatkan dari Syaddad bin Aus radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Kematian adalah kengerian yang paling dahsyat di dunia dan akhirat bagi orang yang beriman. Kematian lebih menyakitkan dari goresan gergaji, sayatan gunting, panasnya air mendidih di bejana."

Seandainya ada mayat yang dibangkitkan dan menceritakan pada penduduk dunia tentang sakitnya kematian, niscaya penghuni dunia tidak akan nyaman dengan hidupnya dan tidak nyenyak dalam tidurnya.

Allah Ta'ala berfirman: "Ketika sakaratul maut datang kepada setiap manusia, pasti Malaikat berkata kepadanya: Inilah kematian yang dahulu senantiasa kamu hindari." (QS Qaaf: 19)

Hujattul Islam Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa "Demi Allah, sekiranya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejap, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri."

Rasulullah SAW sendiri bersabda bahwa "Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang." (HR at-Tirmidzi)

Kemudian Baginda Rasulullah bersabda bahwa "Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek?" (HR Al-Bukhari)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!