Penjelasan tentang Hadis Bermaaf-maafan Sebelum Ramadhan
Senin, 20 April 2020 - 17:57 WIB
1. Imam Al-Bukhari dalam Adabul Mufrad, No. 646. 2. Imam Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya No. 1888.
3. Imam Al Bazzar dalam Musnadnya No. 8116.
4. Imam Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra No. 8767.
Statusnya:
- Shahih, menurut Imam Ibnu Khuzaimah
- Jayyid (bagus), menurut Syaikh Muhammad Mushthafa Al A’zhami dalam tahqiqnya terhadap Sunan Ibni Khuzaimah
- Hasan shahih, menurut Syaikh Al Albani dalam Shahih Adabil Mufrad No. 646.
Inilah yang sahih. Namun demikian, bermaaf-maafan adalah perbuatan baik yang mutlak dan boleh dilakukan kapan pun. Baik bulan lalu, saat ini, atau besok baik sebelum Ramadhan, saat Ramadhan, atau setelah Ramadhan. Meminta maaf bukan berarti harus punya salah dulu dengan manusia, sebagaimana istighfar kepada Allah tidak harus setelah membuat dosa dahulu. Ini adalah perbuatan baik dan bagus yang menunjukkan kerendahhatian. Hanya saja jangan sampai aktivitas ini dianggap sebagai bagian dari paket syariat dalam menghadapi Bulan Ramadhan, itu tidaklah demikian. Wallahu A'lam
Sumber:
Alfahmu.id, website resmi Ustaz Farid Nu'man Hasan
3. Imam Al Bazzar dalam Musnadnya No. 8116.
4. Imam Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra No. 8767.
Statusnya:
- Shahih, menurut Imam Ibnu Khuzaimah
- Jayyid (bagus), menurut Syaikh Muhammad Mushthafa Al A’zhami dalam tahqiqnya terhadap Sunan Ibni Khuzaimah
- Hasan shahih, menurut Syaikh Al Albani dalam Shahih Adabil Mufrad No. 646.
Inilah yang sahih. Namun demikian, bermaaf-maafan adalah perbuatan baik yang mutlak dan boleh dilakukan kapan pun. Baik bulan lalu, saat ini, atau besok baik sebelum Ramadhan, saat Ramadhan, atau setelah Ramadhan. Meminta maaf bukan berarti harus punya salah dulu dengan manusia, sebagaimana istighfar kepada Allah tidak harus setelah membuat dosa dahulu. Ini adalah perbuatan baik dan bagus yang menunjukkan kerendahhatian. Hanya saja jangan sampai aktivitas ini dianggap sebagai bagian dari paket syariat dalam menghadapi Bulan Ramadhan, itu tidaklah demikian. Wallahu A'lam
Sumber:
Alfahmu.id, website resmi Ustaz Farid Nu'man Hasan
(rhs)
Lihat Juga :