Cicit Nabi Muhammad ini Saban Malam Memanggul Tepung Sedekah

Minggu, 18 Juli 2021 - 16:52 WIB
Di saat malam mulai gelap, beliau memikul sekarung tepung di punggungnya, keluar menembus kegelapan malam ketika orang-orang tidur nyenyak. Beliau keliling ke rumah para fakir miskin yang tak suka menadahkan tangannya.

Tidak heran jika banyak orang miskin Madinah yang hidup tanpa mengetahui darimana jatuhnya rizki untuk mereka itu. Setelah Ali bin Husain wafat dan mereka tak lagi menerima rezeki itu, barulah mereka menyadari siapakah gerangan manusia dermawan itu.

Sewaktu jenazah Zainul Abidin dimandikan, terlihat ada bekas hitam di punggungnya, sehingga bertanyalah mereka yang memandikannya, “Bekas apa ini?” di antara yang hadir menjawab, “Itu adalah bekas karung-karung tepung yang selalu dipikulnya ke seratus rumah di Madinah ini.” Setelah wafatnya Zainul Abidin, terputus sudah bantuan bagi fakir miskin itu.

Pembebasan budak secara besar-besaran yang dilakukan Zainul Abidin disebarkan oleh para perantau ke Timur dan Barat. Tingkah lakunya seakan seperti dongeng yang direkayasa dan banyaknya melebihi hitungan orang yang membilangnya.

Baca juga: Keturunan Rasulullah SAW: Cucu Ali bin Abu Thalib yang Banyak Julukan

Zainul Abidin bisa memerdekakan budak yang bekerja dengan baik sebagai imbalan untuk mereka. Beliau juga membebaskan budak yang terlanjur dipukul atau dianiaya sebagai tebusan.

Diriwayatkan bahwa beliau telah memerdekakan seribu budak dan tak pernah memakai tenaga seorang budak lebih dari satu tahun. Kebanyakan mereka dimerdekakan pada malam ‘Idul Fitri, malam yang penuh berkah.

Dimintanya mereka menghadap ke kiblat dan berdo’a, “Ya Allah, ampunilah Ali bin Husain,” sebelum mereka pergi, beliau memberinya bekal dua kali lipat untuk berlebaran agar mereka merasakan kebahagiaan yang berlipat. (Bersambung).
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!