Memahami Al-Quran sebagai Kitab Penyembuh
Senin, 26 Juli 2021 - 07:30 WIB
3. Al-Quran disusun dalam bahasa Arab dikarenakan Rasul adalah orang Arab.
4. Al-Quran adalah kitab petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman, dalam pengertian yakin terhadap isi dan kandungan ayat-ayatnya tidak hanya pada bacaannya..
5. Dan bagi orang-orang yang tidak beriman (karena Al-Quran dalam bahasa Arab itu)) pada telinga mereka ada sumbatan (sulit untuk memahami) , dan (Al-Quran) itu merupakan kegelapan bagi mereka. Mereka itu (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh.
Selanjutnya marilah lebih fokus membahas perihal Al-Quran adalah kitab penyembuh.
Selama ini dipahami bahwa Al-Quran sebagai penyembuh itu dikaitkan dengan bacaan ayat-ayatnya.
Baca juga: Bertemu Pangdam Jaya, UAH Tegaskan Pancasila Ada dalam Alquran
Atas dasar itu perlu dikaji kembali:
1. Jika Al-Quran dijadian medium sebagai bacaan untuk menyembuhkan maka harus dimengerti arti bacaan itu dan kaitan antara hal penyakit yang hendak disembuhkan.
2. Harus ditemukan kaitan ayat dengan aspek penyembuhan itu bersifat fisik (thzohir) atau bersifat psikis (bathin) atau sekaligus berlaku kedua-duanya.
Dalam banyak proceeding hasil konferensi ahli tafsir internasional, tidak ada titik temu apakah bacaan ayat-ayat Al-Quran itu menyembuhkan secara mutlak, seperti mutlaknya kebenaran Al-Quran. Dewasa ini malah terjadi silang pengertian terhadap hal demikian.
4. Al-Quran adalah kitab petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman, dalam pengertian yakin terhadap isi dan kandungan ayat-ayatnya tidak hanya pada bacaannya..
5. Dan bagi orang-orang yang tidak beriman (karena Al-Quran dalam bahasa Arab itu)) pada telinga mereka ada sumbatan (sulit untuk memahami) , dan (Al-Quran) itu merupakan kegelapan bagi mereka. Mereka itu (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh.
Selanjutnya marilah lebih fokus membahas perihal Al-Quran adalah kitab penyembuh.
Selama ini dipahami bahwa Al-Quran sebagai penyembuh itu dikaitkan dengan bacaan ayat-ayatnya.
Baca juga: Bertemu Pangdam Jaya, UAH Tegaskan Pancasila Ada dalam Alquran
Atas dasar itu perlu dikaji kembali:
1. Jika Al-Quran dijadian medium sebagai bacaan untuk menyembuhkan maka harus dimengerti arti bacaan itu dan kaitan antara hal penyakit yang hendak disembuhkan.
2. Harus ditemukan kaitan ayat dengan aspek penyembuhan itu bersifat fisik (thzohir) atau bersifat psikis (bathin) atau sekaligus berlaku kedua-duanya.
Dalam banyak proceeding hasil konferensi ahli tafsir internasional, tidak ada titik temu apakah bacaan ayat-ayat Al-Quran itu menyembuhkan secara mutlak, seperti mutlaknya kebenaran Al-Quran. Dewasa ini malah terjadi silang pengertian terhadap hal demikian.
Lihat Juga :