Sikap Tolong Menolong dalam Islam

Selasa, 17 Agustus 2021 - 14:23 WIB
Al-Qurthuby berkata:

وهُوَ أمْرٌ لِجَمِيعِ الخَلْقِ بِالتَّعاوُنِ عَلى البِرِّ والتَّقْوى، أيْ لِيُعِنْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا، وتَحاثُّوا عَلى ما أمَرَ اللَّهُ تَعالى واعْمَلُوا بِهِ، وانْتَهُوا عَمّا نَهى اللَّهُ عَنْهُ وامْتَنِعُوا مِنهُ

“Ayat tersebut adalah perintah untuk setiap makhluk agar senantiasa tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, maksudnya: sebagian kalian harus menolong sebagiannya lagi, dan kalian harus saling memotivasi untuk mentaati segala perintah Allah dan mengamalkannya, dan berhenti dari segala yang Allah larang.” (Tafsir Qurthuby : 6/46).

Baca juga: Inilah Tujuh Calon Perdana Menteri Malaysia Baru, Para Senior Bertarung Lagi

Jadi, tolong-menolong selama dalam lingkup kebaikan, ketaatan dan ketakwaan dianjurkan bahkan diwajibkan dalam sebagian perkara. Adapun dalam perkara dosa ataupun melanggar syariat Allah, haram hukumnya terlibat didalamnya.

Imam Ghazali menukilkan perkataan sebagian salaf:

ما انتهك المرء من أخيه حرمة أعظم من أن يساعده على معصية

“Tidaklah seorang muslim merusak kehormatan saudaranya yang jauh lebih besar daripada membantunya melakukan kemaksiatan”. (Kitab Ihya ‘ulumuddin : 4/33).

Baca juga: Presiden Jokowi Pakai Baju Adat Lampung di HUT RI ke-76, Netizen: Keren Betul

Wallahu A'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!