Tidak Sendiri dalam Mendidik Anak
Jum'at, 03 September 2021 - 09:07 WIB
Orang tua tidak sendiri dalam mendidik anak, ada faktor eksternal yang pengaruhnya besar dalam pendidikan mereka. Foto istimewa
Tuntunan mendidik anak telah dicontohkan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam sebagai teladan paripurna bagi kita umatnya. Lantas bagaimana kita sebagai orang tua menerapkan tuntunan Rasulullah ini?
Anak ibarat kertas putih, yang bisa ditulis dengan tulisan apa saja, maka peran orangtua sangatlah vital. Karena melalui orang tualah, anak akan menjadi manusia yang baik atau tidak. Namun, kita pun tidak boleh menafikkan bahwa ada faktor-faktor eksternal yang kadangkala juga memberikan pengaruh yang besar bagi perkembangan anak.
Kita tahu hadis Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa sallam bagaimana pengaruh lingkungan terhadap seseorang, yaitu:
ﺍﻟْﻤَﺮْﺀُ ﻋَﻠَﻰ ﺩِﻳﻦِ ﺧَﻠِﻴﻠِﻪِ ﻓَﻠْﻴَﻨْﻈُﺮْ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﻣَﻦْ ﻳُﺨَﺎﻟِﻞُ
“Seseorang berada di atas kebiasaan agama sahabat dekatnya, maka hendaklah salah seorang dari kamu memperhatikan siapakah yang menjadi sahabat dekatnya.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi)
Baca juga: Cara Mendidik Anak yang Dibimbing Langsung Allah dan Rasul
Hadis ini menjelaskan kepada kita bahwa pengaruh lingkungan itu sangat besar, dia bisa mewarnai seseorang, bahkan dia bisa menimpa warna pendidikan yang diberikan orang tua di rumah. Maka para orang tua harus mewaspadainya.
Ustadz Abu Ihsan Al Atsaary menjelaskan, keliru apabila kita mengira pendidikan anak hanya diperankan oleh kedua orang tua. Sebab realitanya banyak sekali pihak-pihak yang turut serta mewarnai corak pendidikan anak-anak. Bahkan seringkali pihak lain ini lebih besar dan lebih intens daripada peran orang tua.
"Maka atas dasar itulah kewaspadaan orang tua sangat dibutuhkan. Sebab apabila kita lengah, boleh jadi semua pengajaran yang kita berikan kepada anak akan dimentahkan oleh pendidik-pendidik liar di luar sana,"papar dai yang kerap memberi kajian parenting islami di berbagai acara dakwah ini.
Menurutnya, ada beberapa pihak yang memiliki peran besar dalam pendidikan anak kita di luar rumah, yaitu sekolah, teman atau sahabat media (internet, televisi, HP, majalah, buku cerita) karib kerabat, pembantu.
Dalam hal ini kita juga harus menyadari dan mengetahui bahwa orang tua tidak boleh menyerahkan pergaulan anak kepada anak itu. Orang tua tidak boleh membebaskannya sebebas-bebasnya. Harus ada kendali (kontrol) dari orang tua. Orang tua juga berhak, bahkan harus ikut campur dalam menentukan teman-teman pergaulan anaknya. Sebagaimana kita juga menentukan kemana anaknya ini akan belajar atau sekolah. Apalagi ketika anak masih dalam usia berkembang, seperti misalnya pra baligh, baligh dan paska baligh. Itu adalah waktu-waktu yang sangat kritis. Apabila orang tua lengah pada masa-masa seperti itu, ini bisa memberi pengaruh yang buruk kepada anak.
"Maka dari itu orang tua di sini tetap harus punya peran dan perhatian, bahkan campur tangan di dalam menentukan hal-hal penting dalam kehidupan anak,"urai Ustadz Abu Ihsan dalam salah satu kajian tentang 'Mencetak Generasi Rabanni' di kanal muslim tersebut.
Baca juga: Ternyata Merasa Diri Sendiri Sial Adalah Syirik, Ini Dalilnya
Anak ibarat kertas putih, yang bisa ditulis dengan tulisan apa saja, maka peran orangtua sangatlah vital. Karena melalui orang tualah, anak akan menjadi manusia yang baik atau tidak. Namun, kita pun tidak boleh menafikkan bahwa ada faktor-faktor eksternal yang kadangkala juga memberikan pengaruh yang besar bagi perkembangan anak.
Kita tahu hadis Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa sallam bagaimana pengaruh lingkungan terhadap seseorang, yaitu:
ﺍﻟْﻤَﺮْﺀُ ﻋَﻠَﻰ ﺩِﻳﻦِ ﺧَﻠِﻴﻠِﻪِ ﻓَﻠْﻴَﻨْﻈُﺮْ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﻣَﻦْ ﻳُﺨَﺎﻟِﻞُ
“Seseorang berada di atas kebiasaan agama sahabat dekatnya, maka hendaklah salah seorang dari kamu memperhatikan siapakah yang menjadi sahabat dekatnya.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi)
Baca juga: Cara Mendidik Anak yang Dibimbing Langsung Allah dan Rasul
Hadis ini menjelaskan kepada kita bahwa pengaruh lingkungan itu sangat besar, dia bisa mewarnai seseorang, bahkan dia bisa menimpa warna pendidikan yang diberikan orang tua di rumah. Maka para orang tua harus mewaspadainya.
Ustadz Abu Ihsan Al Atsaary menjelaskan, keliru apabila kita mengira pendidikan anak hanya diperankan oleh kedua orang tua. Sebab realitanya banyak sekali pihak-pihak yang turut serta mewarnai corak pendidikan anak-anak. Bahkan seringkali pihak lain ini lebih besar dan lebih intens daripada peran orang tua.
"Maka atas dasar itulah kewaspadaan orang tua sangat dibutuhkan. Sebab apabila kita lengah, boleh jadi semua pengajaran yang kita berikan kepada anak akan dimentahkan oleh pendidik-pendidik liar di luar sana,"papar dai yang kerap memberi kajian parenting islami di berbagai acara dakwah ini.
Menurutnya, ada beberapa pihak yang memiliki peran besar dalam pendidikan anak kita di luar rumah, yaitu sekolah, teman atau sahabat media (internet, televisi, HP, majalah, buku cerita) karib kerabat, pembantu.
Dalam hal ini kita juga harus menyadari dan mengetahui bahwa orang tua tidak boleh menyerahkan pergaulan anak kepada anak itu. Orang tua tidak boleh membebaskannya sebebas-bebasnya. Harus ada kendali (kontrol) dari orang tua. Orang tua juga berhak, bahkan harus ikut campur dalam menentukan teman-teman pergaulan anaknya. Sebagaimana kita juga menentukan kemana anaknya ini akan belajar atau sekolah. Apalagi ketika anak masih dalam usia berkembang, seperti misalnya pra baligh, baligh dan paska baligh. Itu adalah waktu-waktu yang sangat kritis. Apabila orang tua lengah pada masa-masa seperti itu, ini bisa memberi pengaruh yang buruk kepada anak.
"Maka dari itu orang tua di sini tetap harus punya peran dan perhatian, bahkan campur tangan di dalam menentukan hal-hal penting dalam kehidupan anak,"urai Ustadz Abu Ihsan dalam salah satu kajian tentang 'Mencetak Generasi Rabanni' di kanal muslim tersebut.
Baca juga: Ternyata Merasa Diri Sendiri Sial Adalah Syirik, Ini Dalilnya
Lihat Juga :