Kisah Sultan Sulaiman Al-Qanuni Selamatkan Raja Prancis dari Tiang Gantungan
Senin, 13 September 2021 - 19:36 WIB
Setahun sebelum perang, Louise dari Savoy (ibu dari Raja Prancis, Francis I) menulis surat kepada khalifah, meminta bantuannya untuk mengeluarkan putranya dari penjara Habsburg. Sebagai sekutu utama Habsburg, Kekaisaran Hungaria menghadapi kekalahan mengerikan di tangan Utsmaniyah, menandai berakhirnya dinasti Jagiellonia. Charles V, Raja Habsburg, merasakan tekanan untuk datang ke meja perundingan dan membebaskan Francis I.
"Prancis meminta bantuan dari kekhalifahan Utsmaniyah di setiap kesempatan melawan Habsburg. Juga negara mendapat keuntungan dari dukungan Kekhalifahan Utsmaniyah ketika berjuang melawan dominasi Spanyol. Jadi, Utsamaniyah memiliki kesempatan campur tangan dalam politik Eropa dan mereka melakukannya," kata Profesor Feridun Mustafa Emecen, seorang Sejarawan Kekaisaran Utsmani di Istanbul 29 Mayis University.
Jika Utsmaniyah tidak memasuki Eropa tengah selama Perang Mohacs, Prancis akan berada di bawah hegemoni Habsburg. Setelah panggilan pertama untuk bantuan dari Kekaisaran Prancis menandai dimulainya hubungan Perancis-Utsmaniyah, Francis I kembali meminta bantuan Sulaiman yang Agung pada tahun 1528.
Charles V masih mengganggu raja Prancis, yang merasa rentan terhadap musuh Austria-nya karena tidak adanya dukungan Utsmaniyah. Selama pemerintahannya, Sultan Sulaiman menahan Habsburg. Dalam pertempuran Buda, bagian barat dari ibu kota Hungaria modern Budapest, Austria menghadapi kekalahan besar di tangan Utsmaniyah, yang memungkinkan penguasa Muslim menembus jauh di Eropa tengah. Setelah mengalahkan Austria, target Sulaiman selanjutnya adalah Wina. Pada 1529, Khalifah Utsmaniyah itu melakukan pengepungan Wina yang terkenal.
Utsmaniyah kembali menyelamatkan Francis I pada tahun 1543. Setelah kematian Francis I, pada Tahun 1550-an, kekhalifahan Utsmaniyah dan Prancis melakukan kampanye militer bersama melawan Spanyol. Bahkan Prancis meninggalkan salah satu pelabuhannya kepada Angkatan Laut Utsmaniyah. Prancis mendapat keuntungan dari kekuatan angkatan laut Utsmaniyah melawan Spanyol.
Sepanjang abad ke-16, Kekhalifahan Utsmaniyah tidak hanya membantu Prancis setiap hari, tetapi terus mengirimkan pasukan dan Angkatan Lautnya untuk membantu mereka mengusir serangan Kekaisaran Habsburg. Menurut Afyoncu, pada tahun 1533, Sulaiman yang Agung mengirimkan 100.000 keping emas kepada Francis I. Dengan uang itu, raja Prancis menjalin aliansi strategis dengan pangeran Inggris dan Jerman.
Begitulah kiprah Sultan Sulaiman Al-Qanuni membantu Prancis di masa memimpin Daulah Utsmani. Sosok beliau dikenang sebagai pemimpin muslim yang hebat. Prancis memperoleh banyak manfaat dari hubungan baiknya dengan Daulah Utsmaniyah, baik di bidang militer, ekonomi, maupun politik.
Baca Juga: Sulaiman Al-Qanuni, Sultan yang Ditakuti Prancis dan Berhentinya Dansa 100 Tahun
"Prancis meminta bantuan dari kekhalifahan Utsmaniyah di setiap kesempatan melawan Habsburg. Juga negara mendapat keuntungan dari dukungan Kekhalifahan Utsmaniyah ketika berjuang melawan dominasi Spanyol. Jadi, Utsamaniyah memiliki kesempatan campur tangan dalam politik Eropa dan mereka melakukannya," kata Profesor Feridun Mustafa Emecen, seorang Sejarawan Kekaisaran Utsmani di Istanbul 29 Mayis University.
Jika Utsmaniyah tidak memasuki Eropa tengah selama Perang Mohacs, Prancis akan berada di bawah hegemoni Habsburg. Setelah panggilan pertama untuk bantuan dari Kekaisaran Prancis menandai dimulainya hubungan Perancis-Utsmaniyah, Francis I kembali meminta bantuan Sulaiman yang Agung pada tahun 1528.
Charles V masih mengganggu raja Prancis, yang merasa rentan terhadap musuh Austria-nya karena tidak adanya dukungan Utsmaniyah. Selama pemerintahannya, Sultan Sulaiman menahan Habsburg. Dalam pertempuran Buda, bagian barat dari ibu kota Hungaria modern Budapest, Austria menghadapi kekalahan besar di tangan Utsmaniyah, yang memungkinkan penguasa Muslim menembus jauh di Eropa tengah. Setelah mengalahkan Austria, target Sulaiman selanjutnya adalah Wina. Pada 1529, Khalifah Utsmaniyah itu melakukan pengepungan Wina yang terkenal.
Utsmaniyah kembali menyelamatkan Francis I pada tahun 1543. Setelah kematian Francis I, pada Tahun 1550-an, kekhalifahan Utsmaniyah dan Prancis melakukan kampanye militer bersama melawan Spanyol. Bahkan Prancis meninggalkan salah satu pelabuhannya kepada Angkatan Laut Utsmaniyah. Prancis mendapat keuntungan dari kekuatan angkatan laut Utsmaniyah melawan Spanyol.
Sepanjang abad ke-16, Kekhalifahan Utsmaniyah tidak hanya membantu Prancis setiap hari, tetapi terus mengirimkan pasukan dan Angkatan Lautnya untuk membantu mereka mengusir serangan Kekaisaran Habsburg. Menurut Afyoncu, pada tahun 1533, Sulaiman yang Agung mengirimkan 100.000 keping emas kepada Francis I. Dengan uang itu, raja Prancis menjalin aliansi strategis dengan pangeran Inggris dan Jerman.
Begitulah kiprah Sultan Sulaiman Al-Qanuni membantu Prancis di masa memimpin Daulah Utsmani. Sosok beliau dikenang sebagai pemimpin muslim yang hebat. Prancis memperoleh banyak manfaat dari hubungan baiknya dengan Daulah Utsmaniyah, baik di bidang militer, ekonomi, maupun politik.
Baca Juga: Sulaiman Al-Qanuni, Sultan yang Ditakuti Prancis dan Berhentinya Dansa 100 Tahun
(rhs)
Lihat Juga :