Mimpi Naik Babi, Maknanya Akan Mendapatkan Uang Banyak

Selasa, 28 September 2021 - 15:19 WIB
Naik bagi: Mimpi melihat babi menunjukkan arti keburukan, gangguan, kesombongan, atau uang haram. (Foto/Ilustrasi:Twitter)
Abdul Ghani an-Nabulusi dalam kitabnya Ta’thîrul Anam fî Tafsîrl Ahlâm, menyebuttkan babi menunjukkan arti musuh yang banyak melakukan tipu daya. Mimpi melihat babi juga menunjukkan arti keburukan, gangguan, kesombongan, atau uang haram. Namun, jika orang bermimpi menaiki babi, maka berarti ia akan mendapatkan uang banyak.



Selain itu, babi oleh ulama mu’abbirîn juga diartikan sebagai simbol kaum Nasrani. Misal seperti penafsiran Ibnu Sirin ,salah satu pelopor ilmu interpretasi mimpi dalam Islam, pada mimpi seseorang yang bertanya kepadanya:

“Wahai Ibnu Sirin, Aku semalam bermimpi seolah di atas ranjangku ada babi betina.”

Ibnu sirin pun menjawab: “Engkau telah menyetubuhi wanita Nasrani.”

“Engkau benar”, jawab lelaki itu.

Ada pula kisah tentang orang yang mengadukan mimpi kepada salah seorang mu’abbir atau ahli tafsir mimpi:

“Aku bermimpi seolah babi mengajariku bercocok tanam.”

Sang Mu’abbir pun langsung menjawab: “Engkau nanti akan belajar menulis dari tangan orang Nasrani.”



Kemudian apa yang ditafsirkan itu benar-benar terjadi. Adapun mimpi memakan daging babi dalam keadaan digoreng atau dipanggang, menunjukkan arti kalau orang yang bermimpi akan mendapatkan uang dari dagangannya, tapi dengan cara haram.

Jika orang bermimpi membunuh babi, maka berarti ia akan menang melawan musuh yang jahat.

Jika ia bermimpi melihat babi masuk rumahnya, maka menunjukkan arti kalau ia akan mendapatkan fasilitas atau harta dari kekuasaan yang lalim.

Jika ia bermimpi membuang babi yang ada di rumahnya, maka menunjukkan arti ia akan menolak, membuang fasilitas, atau uang dari kekuasaan yang lalim. Wallâhu a’lam.

(mhy)
Lihat Juga :
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Hadits of The Day
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Yang pertama kali yang dihisab (dihitung) dari perbuatan seorang hamba pada hari Kiamat adalah shalatnya. Jika sempurna ia beruntung dan jika tidak sempurna, maka Allah Azza wa Jalla berfirman, Lihatlah apakah hamba-Ku mempunyai amalan shalat sunnah? Bila didapati ia memiliki amalan shalat sunnah, maka Dia berfirman Lengkapilah shalat wajibnya yang kurang dengan shalat sunnahnya

(HR. Nasa'i No. 463)
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More