Barmak: Memeluk Islam di Era Utsman bin Affan, Berjaya di Era Harun Al-Rasyid
Rabu, 29 September 2021 - 17:52 WIB
Ketika Bani Abbasiyah melakukan pemberontakan kepada Bani Umayyah, keluarga al-Baramikah mendukung pemberontakan tersebut. Pada saat pemberontakan itu berlangsung, kepala keluarga al-Baramikah, Khalid bin Barmak, mengelola wilayah keluarga tersebut di wilayah yang di masa kini disebut Irak, mengawasi pasukan militer, dan mengumpulkan pajak tanah setempat.
Keluarga al-Baramikah dikenal karena pandangan mereka yang toleran terhadap agama dan filsafat, dan mereka kemudian dikenal lebih luas karena dukungan mereka terhadap seni dan sains yang muncul ketika Zaman Keemasan Islam berlangsung.
Setelah Bani Abbasiyah berhasil menggulingkan Dinasti Umayyah dan naik ke tampuk kekuasaan pada tahun 750, Khalid bin Barmak memainkan peran utama dalam pemerinahan dengan menjadi kepala berbagai biro kesekretariatan dan juga menjadi gubernur di beberapa provinsi.
Sementara itu Yahya, putra Khalid, menjadi guru dan pengajar ilmu-ilmu pemerintahan dan militer bagi Harun al-Rasyid yang kala itu belum menjadi khalifah.
Pada sekitar tahun 779, Harun muda — sebagai anak laki-laki yang masih berusia sekitar 14 tahun— ditunjuk untuk memimpin ekspedisi militer Abbasiyah melawan kekaisaran Kristen Bizantium.
Dalam ekspedisi itu dia ditemani oleh Yahya yang terlatih dan cakap. Yahya mengawasi dengan cermat dan memastikan agar Harun muda dapat menyukseskan misi tersebut agar pada saat dia pulang dia dapat disambut dan dielu-elukan di lingkungan istananya.
Kakak laki-laki Harun al-Rasyid, Al-Hadi, sempat naik ke tampuk kekhalifahan. Tapi dia meninggal tak lama kemudian karena sebab yang misterius. Alhasil, Harun al-Rasyid, pada saat itu berusia 20 tahun, menjadi khalifah Abbasiyah yang kelima.
Di bawah khalifah yang baru ini Yahya kemudian diangkat menjadi wazirnya. Ia diberi kuasa untuk mengendalikan administrasi kerajaan hampir secara total hingga selama 17 tahun berikutnya.
Putra Yahya, yaitu Jafar, juga memiliki peranan yang sama pentingnya selama periode ini, dia diberi kepercayaan untuk menjadi gubernur beberapa provinsi, memimpin tentara, dan mendampingi calon khalifah muda.
Berbagai catatan sejarah menekankan bahwa pada masa-masa ini keluarga Abbasiyah dan keluarga al-Baramikah secara pribadi sangat dekat, bahkan dari sejak awal.
Keluarga al-Baramikah dikenal karena pandangan mereka yang toleran terhadap agama dan filsafat, dan mereka kemudian dikenal lebih luas karena dukungan mereka terhadap seni dan sains yang muncul ketika Zaman Keemasan Islam berlangsung.
Setelah Bani Abbasiyah berhasil menggulingkan Dinasti Umayyah dan naik ke tampuk kekuasaan pada tahun 750, Khalid bin Barmak memainkan peran utama dalam pemerinahan dengan menjadi kepala berbagai biro kesekretariatan dan juga menjadi gubernur di beberapa provinsi.
Sementara itu Yahya, putra Khalid, menjadi guru dan pengajar ilmu-ilmu pemerintahan dan militer bagi Harun al-Rasyid yang kala itu belum menjadi khalifah.
Pada sekitar tahun 779, Harun muda — sebagai anak laki-laki yang masih berusia sekitar 14 tahun— ditunjuk untuk memimpin ekspedisi militer Abbasiyah melawan kekaisaran Kristen Bizantium.
Dalam ekspedisi itu dia ditemani oleh Yahya yang terlatih dan cakap. Yahya mengawasi dengan cermat dan memastikan agar Harun muda dapat menyukseskan misi tersebut agar pada saat dia pulang dia dapat disambut dan dielu-elukan di lingkungan istananya.
Kakak laki-laki Harun al-Rasyid, Al-Hadi, sempat naik ke tampuk kekhalifahan. Tapi dia meninggal tak lama kemudian karena sebab yang misterius. Alhasil, Harun al-Rasyid, pada saat itu berusia 20 tahun, menjadi khalifah Abbasiyah yang kelima.
Di bawah khalifah yang baru ini Yahya kemudian diangkat menjadi wazirnya. Ia diberi kuasa untuk mengendalikan administrasi kerajaan hampir secara total hingga selama 17 tahun berikutnya.
Putra Yahya, yaitu Jafar, juga memiliki peranan yang sama pentingnya selama periode ini, dia diberi kepercayaan untuk menjadi gubernur beberapa provinsi, memimpin tentara, dan mendampingi calon khalifah muda.
Berbagai catatan sejarah menekankan bahwa pada masa-masa ini keluarga Abbasiyah dan keluarga al-Baramikah secara pribadi sangat dekat, bahkan dari sejak awal.
Lihat Juga :