Pentingnya Belajar Islam kepada Guru yang Bersanad dan Bermazhab

Kamis, 30 September 2021 - 22:42 WIB
3. Imam Abu Dawud (wafat 275 H/Tahun 889 M)

4. Imam At-Tirmizi (wafat 279 H/Tahun 892 M)

5. Imam An-Nasa'i (wafat 303 H/Tahun 915 M)

6. Imam Ibnu Majah (wafat 273 H/Tahun 887 M).

Selain enam ahli Hadis di atas, ada juga beberapa ulama ahli Hadis yang dapat diikuti di antaranya Imam Al-Baihaqi, Imam at-Thabrani, Imam Hakim, Ibnu Hibban, Ibnu Khuzaimah.

Belajar Aqidah

Jika ingin belajar ilmu Aqidah yang benar, ikutilah Imam Abu Hasan Al-Asy'ari, Maturidi atau Thahawi. Ketiga Imam ini berpegang teguh kepada akidah yang lurus dan mantap.

Imam Al-Asy'ari menolak aliran-aliran seperti Mu'tazilah, Qadariyah, Jahmiyah, Hururiyah, Rafidhah, dan Murji'ah. Beliau berpegang teguh kepada Al-Qur'an, Sunnah Nabi, dan apa yang diriwayatkan dari para sahabat dan tabi'in. Menurut Al-Asy'ariyah, Tuhan memiliki sifat sebagaimana disebut dalam Al-Qur'an, yang disebut sebagai sifat-sifat yang Azali, Qadim, dan berdiri sendiri, bukan selain dari zat-Nya. Terkait Al-Qur'an, Al-Asy'ari menegaskan Al-Qur'an adalah Qadim (abadi), bukan makhluk.

Hindari Guru Tak Bermazhab

Fenomena saat ini banyak muncul dai-dai tanpa mazhab yang menganjurkan langsung saja belajar ke Qur'an dan Hadist, tidak perlu ikut Imam? Inilah metode pengajaran yang keliru dan sangat berbahaya terutama kepada anak-anak muda yang baru Hijrah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!