Thariq bin Ziyad: Penakluk Andalusia, Pernah Bermimpi Bertemu Nabi SAW
Jum'at, 15 Oktober 2021 - 13:46 WIB
Sejarawan Islam, Ibnu Khaldun mengisahkan, bahwa Thariq telah bertemu dengan Nabi Muhammad SAW di dalam mimpinya. Di dalam mimpinya, Rasulullah berkata kepada Thariq, “beranilah wahai Thariq! Dan selesaikan apa yang telah ditakdirkan untukmu.”
Baca juga: Potret Sultan Muhammad Al-Fatih Jawaban dari Bisyarah Rasulullah SAW
Andalusia Sebelum Islam
Masyarakat Andalusia pada masa sebelum datangnya kekuasaan Islam berada di bawah Kerajaan Gothik atau Visigothik. Kerajaan ini menempati daerah yang kini menjadi Prancis barat daya dan Semenanjung Iberia sejak abad ke-5 hingga abad ke-8 masehi.
Sebagai salah satu negara Jermanik penerus Kekaisaran Romawi Barat, kerajaan ini pada awalnya bermula dari pemukiman Visigoth di bawah raja Wallia di provinsi Aquaitaine di Prancis selatan oleh pemerintahan Romawi dan meluas melalui penaklukan di semenanjung Iberia.
Pada masa kepemimpinan raja Roderic kondisi Kerajaan menjadi tidak kondusif karena ia dikenal sebagai penguasa yang tidak toleran.
Keadaan demikian memicu munculnya konflik, penderitaan, kemelaratan akibat ketidakadilan, dan tertindasnya masyarakat kelas bawah dan masyarakat yang tidak sefaham dengan kerajaan.
Keadaan menjadi lebih tidak kondusif dengan dibuatnya kebijakan ekonomi kerajaan yang membiarkan tanah-tanah tidak digarap, pabrik-pabrik ditutup secara sepihak dan sarana transportasi tidak mendapatkan perhatian. Hal ini memicu lumpuhnya ekonomi masyarakat.
Pemerintahan Raja Roderick menjadi kacau setelah adanya perebutan kekuasaan antara dirinya dengan keturunan Witiza dan ratu Julian. Ini dikarenakan pada sekitar tahun 710 M Raja Visigothik pada waktu itu Witiza dikudeta oleh Roderick, dan Roderick menodai puteri dari Julian, gubernur Ceutia, Afrika Utara. Konflik tersebut ditambah dengan kebijakan politik Raja yang otoriter serta sering membuat keputusan yang sepihak.
Imbasnya kekuatan militer Roderick menjadi sangat lemah. Kondisi pasukan yang hanya dari kalangan budak melemahkan kekuatan militer yang pada waktu itu harus berhadapan dengan kekuatan umat Yahudi yang berkoalisi dengan tentara Islam.
Yahudi meminta bantuan kepada tentara Muslim di Afrika Utara pada waktu itu karena ditekan oleh penguasa. Bukan hanya kaum Yahudi Julian pun meminta bantuan kepada Musa bin Nusair, kepada Khalifah Ummayah di Afrika Utara. Orang-orang Afrika saat itu dikenal sebagai bangsa Berber, yang memiliki kemampuan mahir dalam bertempur.
Baca juga: Ada Duka dan Ada Pesta Saat Sultan Muhammad Al-Fatih Wafat
Baca juga: Potret Sultan Muhammad Al-Fatih Jawaban dari Bisyarah Rasulullah SAW
Andalusia Sebelum Islam
Masyarakat Andalusia pada masa sebelum datangnya kekuasaan Islam berada di bawah Kerajaan Gothik atau Visigothik. Kerajaan ini menempati daerah yang kini menjadi Prancis barat daya dan Semenanjung Iberia sejak abad ke-5 hingga abad ke-8 masehi.
Sebagai salah satu negara Jermanik penerus Kekaisaran Romawi Barat, kerajaan ini pada awalnya bermula dari pemukiman Visigoth di bawah raja Wallia di provinsi Aquaitaine di Prancis selatan oleh pemerintahan Romawi dan meluas melalui penaklukan di semenanjung Iberia.
Pada masa kepemimpinan raja Roderic kondisi Kerajaan menjadi tidak kondusif karena ia dikenal sebagai penguasa yang tidak toleran.
Keadaan demikian memicu munculnya konflik, penderitaan, kemelaratan akibat ketidakadilan, dan tertindasnya masyarakat kelas bawah dan masyarakat yang tidak sefaham dengan kerajaan.
Keadaan menjadi lebih tidak kondusif dengan dibuatnya kebijakan ekonomi kerajaan yang membiarkan tanah-tanah tidak digarap, pabrik-pabrik ditutup secara sepihak dan sarana transportasi tidak mendapatkan perhatian. Hal ini memicu lumpuhnya ekonomi masyarakat.
Pemerintahan Raja Roderick menjadi kacau setelah adanya perebutan kekuasaan antara dirinya dengan keturunan Witiza dan ratu Julian. Ini dikarenakan pada sekitar tahun 710 M Raja Visigothik pada waktu itu Witiza dikudeta oleh Roderick, dan Roderick menodai puteri dari Julian, gubernur Ceutia, Afrika Utara. Konflik tersebut ditambah dengan kebijakan politik Raja yang otoriter serta sering membuat keputusan yang sepihak.
Imbasnya kekuatan militer Roderick menjadi sangat lemah. Kondisi pasukan yang hanya dari kalangan budak melemahkan kekuatan militer yang pada waktu itu harus berhadapan dengan kekuatan umat Yahudi yang berkoalisi dengan tentara Islam.
Yahudi meminta bantuan kepada tentara Muslim di Afrika Utara pada waktu itu karena ditekan oleh penguasa. Bukan hanya kaum Yahudi Julian pun meminta bantuan kepada Musa bin Nusair, kepada Khalifah Ummayah di Afrika Utara. Orang-orang Afrika saat itu dikenal sebagai bangsa Berber, yang memiliki kemampuan mahir dalam bertempur.
Baca juga: Ada Duka dan Ada Pesta Saat Sultan Muhammad Al-Fatih Wafat
Lihat Juga :