Setelah Meninggal, Siapa yang Menjadi Harapan Kita untuk Mendulang Pahala?
Minggu, 17 Oktober 2021 - 05:11 WIB
Setiap muslim harus punya tabungan amal shaleh sebelum dia meninggal. Sebab, akan sia-sia hidupnya jika selama hidupnya amal shalehnya lebih sedikit dibanding keburukannnya. Foto ilustrasi/ist
Setiap muslim harus punya tabungan amal shaleh sebelum dia meninggal. Sebab, akan sia-sia hidupnya jika selama hidupnya amal shalehnya lebih sedikit dibanding keburukannnya. Apalagi setelah seseorang meninggal dunia, maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara:
1. Shadaqah jariyah, yaitu sesuatu yang terus-menerus manfaatnya, seperti wakaf tanah, buku-buku, lembaga-lembaga pendidikan, dan lain-lain.
2. llmu yang bermanfaat, seperti mengajarkan sesuatu kepada orang lain atau murid, mengarang buku, dan lain sebagainya.
3. Anak saleh yang selalu mendoakan kedua orang tuanya, taat dan bermanfaat bagi orang tuanya, agama, nusa dan bangsa.
Baca juga: Berharap Hadiah Pahala dari Anak
Hal ini sesuai sabda Nabi Shallalahu'alaihi wa sallam :
Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: ”Apabila ‘anak Adam itu mati, maka terputuslah amalnya, kecuali (amal) dari tiga ini: sedekah yang berlaku terus menerus, pengetahuan yang d manfaatkan, dan anak saleh yang mendoakan orang tuanya.” (HR Muslim)
Jadi, salah satu doa yang mustajab saat kita meninggal adalah doa dari seorang anak yang shaleh untuk orang tuanya.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah pasti mengangkat derajat bagi hamba-Nya yang shaleh ke surga, maka ia bertanya, ‘Ya Allah, bagaimana itu bisa terjadi?’ Allah menjawab, ‘Berkat istighfar anakmu untukmu.'” (HR. Ahmad)
Diriwayatkan dari Umar bin Khatthab radhiyallahu'anhu berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Kelak akan datang kepada kamu sekalian seseorang bernama Uwais bin ‘Amir, anak muda yang belum tumbuh janggutnya, keturunan Yaman dari kabilah Qarn. Pada tubuhnya terkena penyakit kusta, namun penyakit itu sembuh daripadanya, kecuali tersisa seukuran uang dirham. Dia mempunyai ibu yang ia sangat berbakti kepadanya. Apabila ia berdoa kepada Allah niscaya dikabulkan, maka jika engkau bertemu dengannya dan memungkinkan minta padanya memohonkan ampun untukmu maka lakukanlah.” (HR. Muslim dan Ahmad)
1. Shadaqah jariyah, yaitu sesuatu yang terus-menerus manfaatnya, seperti wakaf tanah, buku-buku, lembaga-lembaga pendidikan, dan lain-lain.
2. llmu yang bermanfaat, seperti mengajarkan sesuatu kepada orang lain atau murid, mengarang buku, dan lain sebagainya.
3. Anak saleh yang selalu mendoakan kedua orang tuanya, taat dan bermanfaat bagi orang tuanya, agama, nusa dan bangsa.
Baca juga: Berharap Hadiah Pahala dari Anak
Hal ini sesuai sabda Nabi Shallalahu'alaihi wa sallam :
Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: ”Apabila ‘anak Adam itu mati, maka terputuslah amalnya, kecuali (amal) dari tiga ini: sedekah yang berlaku terus menerus, pengetahuan yang d manfaatkan, dan anak saleh yang mendoakan orang tuanya.” (HR Muslim)
Jadi, salah satu doa yang mustajab saat kita meninggal adalah doa dari seorang anak yang shaleh untuk orang tuanya.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah pasti mengangkat derajat bagi hamba-Nya yang shaleh ke surga, maka ia bertanya, ‘Ya Allah, bagaimana itu bisa terjadi?’ Allah menjawab, ‘Berkat istighfar anakmu untukmu.'” (HR. Ahmad)
Diriwayatkan dari Umar bin Khatthab radhiyallahu'anhu berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Kelak akan datang kepada kamu sekalian seseorang bernama Uwais bin ‘Amir, anak muda yang belum tumbuh janggutnya, keturunan Yaman dari kabilah Qarn. Pada tubuhnya terkena penyakit kusta, namun penyakit itu sembuh daripadanya, kecuali tersisa seukuran uang dirham. Dia mempunyai ibu yang ia sangat berbakti kepadanya. Apabila ia berdoa kepada Allah niscaya dikabulkan, maka jika engkau bertemu dengannya dan memungkinkan minta padanya memohonkan ampun untukmu maka lakukanlah.” (HR. Muslim dan Ahmad)
Lihat Juga :