Surat Al Ahzab Ayat 37, Saat Penyakit Cinta Hinggap di Hati Nabi SAW?

Selasa, 19 Oktober 2021 - 05:15 WIB
Tatkala Beliau SAW melihat Zainab binti Jahsy, seraya berkata kagum, Maha Suci Rabb yang membolak-balik hati. (Ilustrasi: Ist)
Ada yang mengaitkan turunnya surat Al Ahzab ayat 37 sebagai bukti bahwa Rasulullah SAW pun bisa dihinggapi penyakit cinta. Ibnul Qayyim dalam karya besarnya Zadul Ma’ad menyebut mereka yang berpendapat demikian tidak mengetahui cara menempatkan kedudukan Rasul sebagaimana layaknya.

Mereka beranggapan, bahwa Rasulullah SAW tak luput dari penyakit cinta. Konon, sebabnya ialah tatkala Beliau SAW melihat Zainab binti Jahsy , seraya berkata kagum, ”Maha Suci Rabb yang membolak-balik hati.”

Baca juga: Zainab binti Jahsy, Istri Mandiri yang Rajin Sedekah

Sejak itu Zainab mendapat tempat khusus di dalam hati Rasulullah SAW. Oleh karena itu beliau berkata kepada Zaid bin Haritsah, ”Tahanlah ia di sisimu hingga Allah menurunkan ayat:

تَقُولُ لِلَّذِي أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَأَنْعَمْتَ عَلَيْهِ أَمْسِكْ عَلَيْكَ زَوْجَكَ وَاتَّقِ اللَّهَ وَتُخْفِي فِي نَفْسِكَ مَا اللَّهُ مُبْدِيهِ وَتَخْشَى النَّاسَ وَاللَّهُ أَحَقُّ أَنْ تَخْشَاهُ


Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya, ”Tahanlah terus isterimu dan bertakwalah kepada Allah”, sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti.

Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap isterinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi. [Al Ahzab : 37]

Sebagian orang beranggapan, ayat ini turun berkenaan kisah kasmaran Nabi. Bahkan sebagian penulis mengarang buku khusus mengenai kisah kasmaran para nabi dan menyebutkan kisah Nabi ini di dalamnya. Hal ini terjadi, menurut Ibnu Qayyim, karena kejahilannya terhadap Al-Quran dan kedudukan para rasul. Hingga memaksakan kandungan ayat dengan apa yang tidak layak dikandungnya. Menisbatkan perbuatan Rasulullah, yang seolah Allah menjauh dari diri beliau.

Baca juga: Zainab binti Jahsy : Memilih Berkarier untuk Terus Bersedekah

Perceraian Zaid
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!