Mushaf Al-Qur'an: Benda Paling Bid'ah

Rabu, 20 Oktober 2021 - 23:07 WIB
Mushaf Al-Quran yang kita baca saat ini tidak pernah ada di zaman Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Mushaf Al-Quran baru ada di zaman Sayyidina Utsman yang digagas sejak masa Sayyidina Umar. Foto/dok SINDOnews
Ustaz Ahmad Sarwat Lc MA

Pengasuh Rumah Fiqih Indonesia,

Lulusan Universitas Islam Imam Muhammad Ibnu Suud LIPIA,

Jurusan Perbandingan Mazhab

Kalau ada benda yang paling bid'ah di dunia ini, maka jawabannya adalah mushaf Al-Qur'an 30 juz. Lho, kok bisa? Sebab, di zaman Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, benda itu tidak ada.

Yang ada hanyalah lembaran kulit yang ditulisi ayat Al-Qur'an. Kadang ditulis di pelepah kurma, tulang atau batu pipih. Sedangkan mushaf lengkap 30 juz yang ditata urutannya mulai dari Surat Al-Fatihah, Al-Baqarah, 'Ali Imran sampai An-Nas, tidak pernah ada sebelumnya.

Baca Juga: Mengenal Rasm Utsmani, Mushaf Qur'an Standar Indonesia (1)

Bahkan sebagaimana komentar Abu Bakar pada awalnya, Nabi sendiri tidak pernah memerintahkan untuk menyusun mushaf 30 juz lengkap. Memberi isyarat ke arah sana pun tidak pernah juga.

Maka lumayan panjang perdebatan antara Abu Bakar dan Umar radhiyallahu 'anhuma seputar boleh tidaknya menyusun mushaf 30 juz lengkap dan urut. Abu Bakar ngotot tidak mau melakukannya. Sebab sama sekali tidak ada perintah atau pun isyarat apa pun dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.

Istilah yang digunakan adalah: "Allah melapangkan dada Abu Bakar". Melapangkan? Ya melapangkan. Maksudnya tidak lain adalah berbaliknya cara pandang Abu Bakar, dari yang awalnya memandang itu sebagai bid'ah dan haram, menjadi lebih objektif, positif, moderat dan jernih.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!