9 Tanaman Pembawa Kekayaan Menurut Islam (2)
Kamis, 21 Oktober 2021 - 09:47 WIB
Para ilmuwan menemukan bahwa sebuah molekul dalam buah delima, yang diubah oleh mikroba di dalam usus, memungkinkan sel-sel otot untuk melindungi diri mereka sendiri dari salah satu penyebab utama penuaan.
7. Bawang Merah dan Bawang Putih
Allah SWT berfirman, “Agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya.” ( QS Al-Baqarah: 61 ).
Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang memakannya (bawang merah dan bawang putih), maka hendaknya ia menyempurnakan (proses) memasaknya.” (HR Abu Dawud). Aisyah berkata, “Makanan terakhir yang disantap Rasulullah mengandung bawang merah di dalamnya.” (HR Abu Dawud).
Dr Nadiah Thayyarah dalam buku yang berjudul Buku Pintar Sains dalam Al-Qur'an menyebutkan di beberapa belahan dunia dan fase sejarah, bawang merah dikenal memiliki keistimewaan sebagai obat.
Para Firaun Mesir kuno sangat memperhatikan pentingnya bawang merah. Mereka mengandalkannya sebagai bahan masakan, menjadikan sebutan dalam sumpah mereka, bahkan nyaris saja mengultuskannya.
Para tabib Mesir kuno juga kerap meresepkan bawang merah sebagai obat untuk memperlancar air seni, memperbaiki gizi dan nafsu makan. Bahkan, dalam bahasa Mesir kuno, kata “tempat ibadah” dikaitkan dengan “bawang” dan berderivasi menjadi kata “bahsal” (bawang merah) dalam bahasa arab.
Kedokteran modern pun menegaskan kebenaran pendapat para dokter kuno. Lebih dari itu, banyak manfaat dan keistimewaan bawang merah yang kini baru terungkap dan dibahas secara lebih luas, daripada apa yang pernah beredar di kalangan dokter kuno.
Dalam dunia medis modern, bawang merah termasuk kelompok antivirus alami. Seperti halnya bawang putih, bawang merah mengandung zat alisin yang dikenal bermanfaat untuk menurunkan kolesterol dan tekanan darah tinggi akibat penyempitan pembuluh nadi. Namun, kandungan alisin bawang merah lebih rendah. (Bersambung)
Baca juga: PT. Cipta Makmur Sentausa Rutin Ekspor Bawang Merah ke Thailand
7. Bawang Merah dan Bawang Putih
Allah SWT berfirman, “Agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya.” ( QS Al-Baqarah: 61 ).
Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang memakannya (bawang merah dan bawang putih), maka hendaknya ia menyempurnakan (proses) memasaknya.” (HR Abu Dawud). Aisyah berkata, “Makanan terakhir yang disantap Rasulullah mengandung bawang merah di dalamnya.” (HR Abu Dawud).
Dr Nadiah Thayyarah dalam buku yang berjudul Buku Pintar Sains dalam Al-Qur'an menyebutkan di beberapa belahan dunia dan fase sejarah, bawang merah dikenal memiliki keistimewaan sebagai obat.
Para Firaun Mesir kuno sangat memperhatikan pentingnya bawang merah. Mereka mengandalkannya sebagai bahan masakan, menjadikan sebutan dalam sumpah mereka, bahkan nyaris saja mengultuskannya.
Para tabib Mesir kuno juga kerap meresepkan bawang merah sebagai obat untuk memperlancar air seni, memperbaiki gizi dan nafsu makan. Bahkan, dalam bahasa Mesir kuno, kata “tempat ibadah” dikaitkan dengan “bawang” dan berderivasi menjadi kata “bahsal” (bawang merah) dalam bahasa arab.
Kedokteran modern pun menegaskan kebenaran pendapat para dokter kuno. Lebih dari itu, banyak manfaat dan keistimewaan bawang merah yang kini baru terungkap dan dibahas secara lebih luas, daripada apa yang pernah beredar di kalangan dokter kuno.
Dalam dunia medis modern, bawang merah termasuk kelompok antivirus alami. Seperti halnya bawang putih, bawang merah mengandung zat alisin yang dikenal bermanfaat untuk menurunkan kolesterol dan tekanan darah tinggi akibat penyempitan pembuluh nadi. Namun, kandungan alisin bawang merah lebih rendah. (Bersambung)
Baca juga: PT. Cipta Makmur Sentausa Rutin Ekspor Bawang Merah ke Thailand
(mhy)
Lihat Juga :