Khilafiyah Qunut Shubuh, Inilah Alasan Bagi Mereka yang Tidak Qunut

Selasa, 26 Oktober 2021 - 23:34 WIB
Benarkah dua riwayat tersebut kontradiktif (berlawanan)? Ternyata tidak, karena yang dimaksud dengan meninggalkannya bukanlah meninggalkan doa Qunut Subuh, tetapi meninggalkan (doa) laknat yang ada di dalam doa Qunut Subuh tersebut. Laknatnya ditinggalkan, Qunutnya tetap dilaksanakan.

Demikian riwayat Imam Al-Baihaqi: Dari Abdurrahman bin Mahdi, tentang hadis Anas bin Malik: "Rasulullah membaca Qunut selama satu bulan, kemudian beliau meninggalkannya. Imam Abdurrahman bin Mahdi berkata: "Yang ditinggalkan hanya laknat".

Yang dimaksud dengan (doa) laknat di sini, dari Anas bin Malik berkata: "Sesungguhnya Rasulullah membaca Qunut selama satu bulan, beliau melaknat (Bani) Ri'lan, Dzakwan dan 'Ushayyah yang telah berbuat maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya". (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Jadi, doa laknatnya yang ditinggalkan oleh Nabi, adapun doa Qunut Subuh-nya tetap dibaca hingga Rasulullah berpulang ke rahmatullah.

Kesimpulan

Meski ada perbedaan pendapat dalam Qunut Subuh ini, perlu disepakati bersama bahwa membaca doa Qunut Subuh ini hukummya sunnah, bukan wajib.

Dengan demikian, apabila ada yang meninggalkannya tidak dihukumi dosa dan sholat Subuhnya tetap sah. Bagi mereka yang membacanya, semoga mendapat pahala lebih karena mengamalkan salah satu Sunnah Nabi.

Yang menjadi persoalan ialah ketika seorang-muslim meninggalkan sholat Subuh. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang menghidupkan sholat Subuh berjamaah. Aamiin!

Wallahu A'lam

Baca Juga: Doa Qunut Saat Shalat Subuh dan Qunut Nazilah
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!