Sahabat Nabi yang Sufi sampai Imam Hasan al-Basri

Rabu, 27 Oktober 2021 - 17:15 WIB
Di masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab , Imran ditugaskan untuk membimbing penduduk Basra, Iraq, untuk mendalami agama Islam.

Sampai akhir hayatnya pada 52 H/672 M dia tetap menetap di Basra. Di masa hidupnya di Basra, dia dianggap sebagai orang yang paling saleh dan mengabadikan diri sepenuhnya untuk beribadah dan mendidik beberapa murid.

Di antara beberapa muridnya yang memperoleh nama besar dan kemashyuran adalah Hasan al-Basri.

Baca juga: Membandingkan Karamah Habib al-Ajami dan Pengetahuan Imam Hasan Al-Basri

Tarekat Sufi

Hasan al-Basri kemudian mendirikan tarekat sufi di Basra, dan ini dianggap sebagai sumber dari semua tarekat sufi pada masa-masa selanjutnya.

Kisah kehidupannya yang paling terkenal dirangkum dalam sebuah kitab hagiografi karya Farid al-Din Attar yang berjudul Tadhkirat al-Auliya’.

Imam Hasan al-Basri juga dikenal sebagai perawi hadist-hadist Nabi dan juga sebagai penggagas ilmu kalam dalam fase perkembangan formal.

Selain itu, beliau juga dianggap sebagai bapak dari ilmu tasawuf. Berbagai macam tarekat tasawuf di masa setelahnya, dalam silsilah ikatan spiritual guru dan murid, semuanya akan bermuara kepada Hasan.

Hasan al-Basri di masa hidupnya juga dikenal sebagai seorang ahli tafsir Al-Quran dan pembicara yang sangat fasih.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!