Suku Indian Islam (1): Penjelajah Muslim Temukan Amerika Sebelum Columbus Tiba
Kamis, 28 Oktober 2021 - 23:36 WIB
Bahkan, beberapa kepala suku Indian juga mengenakan tutup kepala khas orang Islam. Mereka adalah Kepala Suku Chippewa, Creek, Iowa, Kansas, Miami, Potawatomi, Sauk, Fox, Seminole, Shawnee, Sioux, Winnebago, dan Yuchi. Hal ini ditunjukkan pada foto-foto tahun 1835 dan 1870.
Secara umum, suku-suku Indian di Amerika juga percaya adanya Tuhan yang menguasai alam semesta. Tuhan itu tidak teraba oleh panca indera. Mereka juga meyakini, tugas utama manusia yang diciptakan Tuhan adalah untuk memuja dan menyembah-Nya.
Seperti penuturan seorang Kepala Suku Ohiyesa: "In the life of the Indian, there was only inevitable duty-the duty of prayer-the daily recognition of the Unseen and the Eternal".
Bukankah Al-Qur'an juga memberitakan bahwa tujuan penciptaan manusia dan jin semata-mata untuk beribadah pada Allah. Bagaimana bisa Kepala suku Indian Cheeroke itu muslim? Sejarahnya panjang.
Semangat orang-orang Islam dan Cina saat itu untuk mengenal lebih jauh planet (saat itu nama planet belum terdengar) tempat tinggalnya selain untuk melebarkan pengaruh dan mencari jalur perdagangan baru, juga memperluas dakwah Islam. Hal ini mendorong beberapa pemberani untuk melintasi area yang masih dianggap gelap dalam peta-peta mereka saat itu.
Beberapa nama tetap begitu kesohor sampai saat ini bahkan hampir semua orang pernah mendengarnya sebut saja Tjeng Ho dan Ibnu Batutta. Namun, beberapa lagi hampir-hampir tidak terdengar dan hanya tercatat pada buku-buku akademis.
Para ahli geografi dan intelektual dari kalangan Muslim yang mencatat perjalanan ke benua Amerika adalah Abul-Hassan Ali Ibn Al Hussain Al Masudi (wafat tahun 957); Al Idrisi (wafat tahun 1166); Chihab Addin Abul Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300-1384); dan Ibnu Battuta (wafat tahun 1369).
(Bersambung)!
Baca Juga: Mengenal Suku Indian Amerika yang Disingkirkan Pendatang Kulit Putih
Secara umum, suku-suku Indian di Amerika juga percaya adanya Tuhan yang menguasai alam semesta. Tuhan itu tidak teraba oleh panca indera. Mereka juga meyakini, tugas utama manusia yang diciptakan Tuhan adalah untuk memuja dan menyembah-Nya.
Seperti penuturan seorang Kepala Suku Ohiyesa: "In the life of the Indian, there was only inevitable duty-the duty of prayer-the daily recognition of the Unseen and the Eternal".
Bukankah Al-Qur'an juga memberitakan bahwa tujuan penciptaan manusia dan jin semata-mata untuk beribadah pada Allah. Bagaimana bisa Kepala suku Indian Cheeroke itu muslim? Sejarahnya panjang.
Semangat orang-orang Islam dan Cina saat itu untuk mengenal lebih jauh planet (saat itu nama planet belum terdengar) tempat tinggalnya selain untuk melebarkan pengaruh dan mencari jalur perdagangan baru, juga memperluas dakwah Islam. Hal ini mendorong beberapa pemberani untuk melintasi area yang masih dianggap gelap dalam peta-peta mereka saat itu.
Beberapa nama tetap begitu kesohor sampai saat ini bahkan hampir semua orang pernah mendengarnya sebut saja Tjeng Ho dan Ibnu Batutta. Namun, beberapa lagi hampir-hampir tidak terdengar dan hanya tercatat pada buku-buku akademis.
Para ahli geografi dan intelektual dari kalangan Muslim yang mencatat perjalanan ke benua Amerika adalah Abul-Hassan Ali Ibn Al Hussain Al Masudi (wafat tahun 957); Al Idrisi (wafat tahun 1166); Chihab Addin Abul Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300-1384); dan Ibnu Battuta (wafat tahun 1369).
(Bersambung)!
Baca Juga: Mengenal Suku Indian Amerika yang Disingkirkan Pendatang Kulit Putih
(rhs)
Lihat Juga :