25 Wanita Cerdas di Zaman Rasulullah Layak Diteladani (1)
Senin, 01 November 2021 - 10:40 WIB
Sayyidah Aisyah juga seorang yang dermawan dan banyak bersedekah, sampai-sampai keponakannya, Urwah bin az-Zubair, pernah melihat pada suatu hari beliau bersedekah sebanyak 70.000 dirham padahal ia menambal sendiri bajunya.
4. Hafsah Binti Umar (Ummul Mukminin, Pemelihara Naskah Asli Al-Qur'an)
Sayyidah Hafsah Binti Umar lahir saat orang-orang Quraisy sedang membangun Ka'bah. Putri sahabat terkemuka Umar Bin Khattab ini sangat mencintai ilmu dan adab. Beliau belajar menulis kepada Syifa’ bint Abdullah al-Qurasyiyah al-'Adawiyyah, hingga menjadi perempuan yang fasih di kalangan Quraisy. Rasulullah menikahi Hafsah pada usia 18 tahun setelah suaminya wafat syahid di perang Uhud.
Kesabaran merupakan teladan terbaik Sayyidah Hafsah. Karena kesabarannya, Allah mengganti suaminya dengan orang yang paling baik di alam semesta, yakni Nabi Muhammad. Hafsah memiliki kedudukan tinggi di antara para istri Rasulullah sampai Aisyah berkata, "Dia (Hafsah) lah yang menyetarai aku di antara para istri-istri Rasulullah."
Keluasan ilmu Hafsah diakui oleh ayahnya sendiri, ketika sang ayah menjadi khalifah, Umar sering meminta pendapat Hafsah. Salah satunya pertanyaan Umar: "Berapa lama seorang istri mampu ditinggal pergi oleh suaminya? Hafs}ah menjawab, "Empat atau enam bulan."
Keteladanan Hafsah lainnya tampak pada ketelitiannya dalam membaca Al-Qur'an. Inilah salah satu yang menjadi alasan Abu Bakar mempercayakan penyimpanan naskah Al-Qur'an kepada Hafsah. Pada masa Abu Bakr telah dilakukan penghimpunan Al-Qur'an (jam'u al-Qur'an) yang sebelumnya tertulis terpisah-pisah. Hasil penghimpunan Al-Qur'an ini dipercayakan kepada Hafsah. Hafsah juga merupakan teladan terbaik dalam kesederhaaan hidup dan kezuhudan, beliau rajin melakukan puasa sunnah dan mengerjakan sholat malam.
5. Zainab Binti Khuzaimah (Ummul Mukminin dan Ummul Masakin)
Nama lengkapnya Zainab binti Khuzaimah ibn Haris ibn Abdillah ibn Amru ibn Abdi Manaf ibn Hilal ibn Amir ibn Sa'saah al-Hilaliyah. Lahir tahun ke 13 sebelum kenabian. Sebelum masuk Islam beliau dikenal dengan gelar Ummul Masakin (ibu orang-orang miskin). Zainab Binti Khuzaimah termasuk kelompok pertama masuk Islam dari kalangan wanita. Rasulullah menikahi Zainab karena kasih sayang beliau kepada umatnya, bukan karena dorongan nafsu. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Zainab tidak begitu cantik, dan tidak seorang pun di kalangan sahabat yang bersedia menikahinya.
Keteladanan Zainab adalah perempuan yang menyayangi kaum miskin dan selalu bersikap lemah lembut. Sayyidah Zainab tidak tamak kepada kesenangan dunia. Kemurahan hati dan kedermawannya dalam berderma semakin kuat dan kokoh berkat keteladanan akhlak mulia Rasulullah. Rumah tangganya dengan Rasulullah hanya berjalan 8 bulan, karena Zainab wafat pada tahun ke-4 Hijriyah dalam usia 30 tahun.
6. Ummu Salamah (Ummul Mukminin, As-Sabirah Al-Muhtasibah)
Nama aslinya Hindun binti Abi Umayyah ibn Mughirah al-Makhzumiyah al-Qurasyiyah. Sebelum menjadi istri Rasulullah, beliau dinikahi oleh Abu Salamah Abdullah ibn Abdil Asad al-Makhzumi, sahabat yang turut dua kali hijrah. Ummu Salamah merupakan teladan istri yang baik, dan senantiasa memikul beban ujian dan kerasnya siksaan orang-orang Quraisy. Sejak usia muda, Hindun atau Ummu Salamah ini merupakan perempuan berkepribadian kuat, bermartabat, terhormat, cantik, berbelas kasih, dan cerdas.
Keistimewaan Ummu Salamah yaitu memiliki ketajaman logika, kematangan berpikir, dan keputusan yang benar atas banyak perkara. Karena itu, ia memiliki kedudukan yang agung di sisi Rasulullah. Interaksinya dengan para Ummahat al-Mukminin lainnya merupakan interaksi yang diliputi rasa kasih sayang. Ummu Salamah merupakan istri Rasulullah yang diberi keistimewaan berupa turunnya wahyu Allah ketika beliau sedang berada di rumah Ummu Salamah.
Ummu Salamah wafat pada tahun ke-59 H dalam usia 84 tahun (riwayat lain menyebut 90 tahun). Beliau merupakan Ummul-Mukminin yang paling akhir wafatnya. Beliau masih hidup hingga terbunuhnya Husain. Saat itu beliau sangat terpukul dan berduka cita mendalam. Tidak berapa lama, beliau berpulang ke rahmatullah. Abu Hurairah yang memimpin sholat jenazahnya dan dimakamkan di Baqi'.
7. Zainab Binti Jahsy (Ummul Mukminin yang Sangat Khusyu' Beribadah)
Setelah Rasulullah menikah dengan Ummu Salamah, Beliau menikah dengan Zainab binti Jahsy. Ia adalah sepupu Nabi. Sebelumnya Zainab telah menikah dengan Zaid ibn Haris, anakangkat Rasulullah. Setelah dicerai oleh Zaid, Allah menikahkannya dengan Rasulullah yang kisahnya diabadikan dalam Surat Al-Ahzab. Zainab dilahirkan di Mekah 20 tahun sebelum kenabian.
Zainab termasuk perempuan pertama yang memeluk Islam. ketika kaum Kafir Quraisy menyiksa umat Islam, Zainab juga turut merasakan siksaan itu. Zainab yang cantik dibesarkan di tengah keluarga terhormat, sehingga orang-orang Quraisy menyebutnya dengan perempuan Quraisy yang cantik. Zainab adalah perempuan salihah, bertakwa dan tulus imannya. Hal itu dinyatakan sendiri oleh Sayyidah Aisyah.
4. Hafsah Binti Umar (Ummul Mukminin, Pemelihara Naskah Asli Al-Qur'an)
Sayyidah Hafsah Binti Umar lahir saat orang-orang Quraisy sedang membangun Ka'bah. Putri sahabat terkemuka Umar Bin Khattab ini sangat mencintai ilmu dan adab. Beliau belajar menulis kepada Syifa’ bint Abdullah al-Qurasyiyah al-'Adawiyyah, hingga menjadi perempuan yang fasih di kalangan Quraisy. Rasulullah menikahi Hafsah pada usia 18 tahun setelah suaminya wafat syahid di perang Uhud.
Kesabaran merupakan teladan terbaik Sayyidah Hafsah. Karena kesabarannya, Allah mengganti suaminya dengan orang yang paling baik di alam semesta, yakni Nabi Muhammad. Hafsah memiliki kedudukan tinggi di antara para istri Rasulullah sampai Aisyah berkata, "Dia (Hafsah) lah yang menyetarai aku di antara para istri-istri Rasulullah."
Keluasan ilmu Hafsah diakui oleh ayahnya sendiri, ketika sang ayah menjadi khalifah, Umar sering meminta pendapat Hafsah. Salah satunya pertanyaan Umar: "Berapa lama seorang istri mampu ditinggal pergi oleh suaminya? Hafs}ah menjawab, "Empat atau enam bulan."
Keteladanan Hafsah lainnya tampak pada ketelitiannya dalam membaca Al-Qur'an. Inilah salah satu yang menjadi alasan Abu Bakar mempercayakan penyimpanan naskah Al-Qur'an kepada Hafsah. Pada masa Abu Bakr telah dilakukan penghimpunan Al-Qur'an (jam'u al-Qur'an) yang sebelumnya tertulis terpisah-pisah. Hasil penghimpunan Al-Qur'an ini dipercayakan kepada Hafsah. Hafsah juga merupakan teladan terbaik dalam kesederhaaan hidup dan kezuhudan, beliau rajin melakukan puasa sunnah dan mengerjakan sholat malam.
5. Zainab Binti Khuzaimah (Ummul Mukminin dan Ummul Masakin)
Nama lengkapnya Zainab binti Khuzaimah ibn Haris ibn Abdillah ibn Amru ibn Abdi Manaf ibn Hilal ibn Amir ibn Sa'saah al-Hilaliyah. Lahir tahun ke 13 sebelum kenabian. Sebelum masuk Islam beliau dikenal dengan gelar Ummul Masakin (ibu orang-orang miskin). Zainab Binti Khuzaimah termasuk kelompok pertama masuk Islam dari kalangan wanita. Rasulullah menikahi Zainab karena kasih sayang beliau kepada umatnya, bukan karena dorongan nafsu. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Zainab tidak begitu cantik, dan tidak seorang pun di kalangan sahabat yang bersedia menikahinya.
Keteladanan Zainab adalah perempuan yang menyayangi kaum miskin dan selalu bersikap lemah lembut. Sayyidah Zainab tidak tamak kepada kesenangan dunia. Kemurahan hati dan kedermawannya dalam berderma semakin kuat dan kokoh berkat keteladanan akhlak mulia Rasulullah. Rumah tangganya dengan Rasulullah hanya berjalan 8 bulan, karena Zainab wafat pada tahun ke-4 Hijriyah dalam usia 30 tahun.
6. Ummu Salamah (Ummul Mukminin, As-Sabirah Al-Muhtasibah)
Nama aslinya Hindun binti Abi Umayyah ibn Mughirah al-Makhzumiyah al-Qurasyiyah. Sebelum menjadi istri Rasulullah, beliau dinikahi oleh Abu Salamah Abdullah ibn Abdil Asad al-Makhzumi, sahabat yang turut dua kali hijrah. Ummu Salamah merupakan teladan istri yang baik, dan senantiasa memikul beban ujian dan kerasnya siksaan orang-orang Quraisy. Sejak usia muda, Hindun atau Ummu Salamah ini merupakan perempuan berkepribadian kuat, bermartabat, terhormat, cantik, berbelas kasih, dan cerdas.
Keistimewaan Ummu Salamah yaitu memiliki ketajaman logika, kematangan berpikir, dan keputusan yang benar atas banyak perkara. Karena itu, ia memiliki kedudukan yang agung di sisi Rasulullah. Interaksinya dengan para Ummahat al-Mukminin lainnya merupakan interaksi yang diliputi rasa kasih sayang. Ummu Salamah merupakan istri Rasulullah yang diberi keistimewaan berupa turunnya wahyu Allah ketika beliau sedang berada di rumah Ummu Salamah.
Ummu Salamah wafat pada tahun ke-59 H dalam usia 84 tahun (riwayat lain menyebut 90 tahun). Beliau merupakan Ummul-Mukminin yang paling akhir wafatnya. Beliau masih hidup hingga terbunuhnya Husain. Saat itu beliau sangat terpukul dan berduka cita mendalam. Tidak berapa lama, beliau berpulang ke rahmatullah. Abu Hurairah yang memimpin sholat jenazahnya dan dimakamkan di Baqi'.
7. Zainab Binti Jahsy (Ummul Mukminin yang Sangat Khusyu' Beribadah)
Setelah Rasulullah menikah dengan Ummu Salamah, Beliau menikah dengan Zainab binti Jahsy. Ia adalah sepupu Nabi. Sebelumnya Zainab telah menikah dengan Zaid ibn Haris, anakangkat Rasulullah. Setelah dicerai oleh Zaid, Allah menikahkannya dengan Rasulullah yang kisahnya diabadikan dalam Surat Al-Ahzab. Zainab dilahirkan di Mekah 20 tahun sebelum kenabian.
Zainab termasuk perempuan pertama yang memeluk Islam. ketika kaum Kafir Quraisy menyiksa umat Islam, Zainab juga turut merasakan siksaan itu. Zainab yang cantik dibesarkan di tengah keluarga terhormat, sehingga orang-orang Quraisy menyebutnya dengan perempuan Quraisy yang cantik. Zainab adalah perempuan salihah, bertakwa dan tulus imannya. Hal itu dinyatakan sendiri oleh Sayyidah Aisyah.
Lihat Juga :