Tadabur Surat Yusuf Ayat 11-12: Inilah Tipu Muslihat Saudara Nabi Yusuf
Selasa, 02 November 2021 - 23:40 WIB
1. Para saudara Yusuf sadar untuk memuluskan rencana jahat mereka perlu loby kuat kepada ayahnya agar keluar izin bolehnya Yusuf bermain bersama mereka. Mulailah mereka kompak mengeluarkan jurus-jurus yang bisa meyakinkan ayahnya.
2. "Wahai ayah kami, apa sebabnya kamu tidak mempercayai kami terhadap Yusuf." Dipertanyakannya ketidakpercayaan adalah hal yang sulit untuk dijawab mengingat mereka juga anak-anak Ya'kub. Inilah senjata kalimat yang sering digunakan untuk meyakinkan orang lain yang sudah kenal dekat.
3. Jurus kalimat berikutnya adalah motif kebaikan, "Apa yang kami lakukan bertujuan baik, sama sekali tidak ingin menyusahkan." Kalimat ini pula yang pernah dikatakan setan saat membujuk Nabi Adam bahkan kata-kata ini pula yang sering dikampayekan para politikus saat mengeluarkan kebijakan atau mengharap pilihan.
Ayat 12
Arilhu ma'anaa ghadany yarta'wa yal'ab wa innaa lahuu lahaafizhuun.
"Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi, agar dia (dapat) bersenang-senang dan (dapat) bermain-main, dan sesungguhnya kami pasti menjaganya." (QS Yusuf: 12)
Pesan dan Hikmah
1. Mereka terus menunjukkan keseriusan dan kebenaran ucapan mereka yang ingin menghibur adiknya Yusuf dan menjamin keselamatannya.
2. Dunia anak-anak dari sejak zaman dulu sekalipun anak Nabi tetap memiliki naluri untuk bermain-main apalagi yang melibatkan banyak teman atau saudara. Rata' adalah segala kenikmataan berupa makan dan minuman mulai dari buah sampai daging. La'ib adalah segala jenis permainan yang melibatkan banyak orang, seperti balap lari, mengejar hewan buruan kecil dan lain sebagainya.
2. "Wahai ayah kami, apa sebabnya kamu tidak mempercayai kami terhadap Yusuf." Dipertanyakannya ketidakpercayaan adalah hal yang sulit untuk dijawab mengingat mereka juga anak-anak Ya'kub. Inilah senjata kalimat yang sering digunakan untuk meyakinkan orang lain yang sudah kenal dekat.
3. Jurus kalimat berikutnya adalah motif kebaikan, "Apa yang kami lakukan bertujuan baik, sama sekali tidak ingin menyusahkan." Kalimat ini pula yang pernah dikatakan setan saat membujuk Nabi Adam bahkan kata-kata ini pula yang sering dikampayekan para politikus saat mengeluarkan kebijakan atau mengharap pilihan.
Ayat 12
اَرْسِلْهُ مَعَنَا غَدًا يَّرْتَعْ وَيَلْعَبْ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ
Arilhu ma'anaa ghadany yarta'wa yal'ab wa innaa lahuu lahaafizhuun.
"Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi, agar dia (dapat) bersenang-senang dan (dapat) bermain-main, dan sesungguhnya kami pasti menjaganya." (QS Yusuf: 12)
Pesan dan Hikmah
1. Mereka terus menunjukkan keseriusan dan kebenaran ucapan mereka yang ingin menghibur adiknya Yusuf dan menjamin keselamatannya.
2. Dunia anak-anak dari sejak zaman dulu sekalipun anak Nabi tetap memiliki naluri untuk bermain-main apalagi yang melibatkan banyak teman atau saudara. Rata' adalah segala kenikmataan berupa makan dan minuman mulai dari buah sampai daging. La'ib adalah segala jenis permainan yang melibatkan banyak orang, seperti balap lari, mengejar hewan buruan kecil dan lain sebagainya.
Lihat Juga :