Surat Yasin Ayat 7-8: Nasib Abu Jahal dan Mereka yang Terbelenggu dalam Kekafiran

Kamis, 11 November 2021 - 08:48 WIB
Surat Yasin ayat 7-8: Apakah keimanan dan kekafiran sepenuhnya ditentukan Allah SWT. (Foto/Ilusrasi:Dok. SINDOnews)
Surat Yasin ayat 7-8 menyampaikan tentang orang-orang yang sudah dicap kafir oleh Allah SWT dan perumpamaan bagi mereka yang terbelenggu oleh kekafirannya tersebut. Ini juga terkait dengan nasib Abu Jahal dan orang-orang yang berniat mencelakai Nabi Muhammad SAW .

Baca juga: Surat Yasin Ayat 5-6: Nabi Muhammad SAW Akhiri Masa Fatrah

Pada ayat ketujuh, Allah SWT memastikan bahwa kebanyakan dari orang-orang kafir tersebut tidak akan beriman selamanya. Allah SWT berfirman:

لَقَدْ حَقَّ الْقَوْلُ عَلٰٓى اَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ


Sungguh, pasti berlaku perkataan (hukuman) terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman.” (QS Yasin : 7)

Benar bahwa orang-orang yang sudah dicap kafir pada akhirnya meninggal dunia dalam keadaan kafir.

Nawawi al-Bantani dalam Marah Labid menyebut bahwa mereka terbunuh dalam Perang Badar yang terjadi pada 17 Ramadhan tahun 2 Hijriyah masuk dalam kategori ini.

Pertanyaannya, apakah dengan begitu keimanan dan kekafiran sepenuhnya ditentukan Allah?

Prof Dr Muhammad Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah menyatakan bertumpu pada kata al-qaul yang bermakna ketetapan Allah, bahwa terjadinya ketetapan tersebut akibat dari perilaku mereka sendiri.

Mereka secara kontinyu mengikuti bisikan iblis dan perilaku tersebut pada akhirnya memantapkan jiwa mereka serta menutup hati mereka dari kebenaran.

Salah satu contoh bisikan iblis ini adalah ketekunan mereka dalam mencari kenikmatan dunia dan meninggalkan akhirat dengan ingkar kepada Nabi Muhammad SAW.

Baca juga: Tafsir Surat Yasin Ayat 2-4: Sumpah Allah atas Kerasulan Nabi Muhammad SAW

Sumpah Abu Jahal
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!