Umar bin Abdul Aziz, Kisah Ketika Dipecat sebagai Gubernur Madinah
Senin, 15 November 2021 - 13:48 WIB
Kemudian ia memanggil 10 orang berpengaruh untuk menduduki posisi sebagai dewan syuro di Madinah.
Kesepuluh orang tersebut antara lain; ‘Urwah bin al-Zubayr, ‘Ubaydallah bin ‘Abdallah bin ‘Utbah, Abu Bakr bin ‘Abd al-Rahman, Abu Bakr bin Sulayman bin Abi Hathmah, Sulayman bin Yasar, al-Qasim bin Muhammad, Salim bin ‘Abdallah bin ‘Umar, ‘Abdallah bin ‘Abdallah bin ‘Umar, ‘Abdallah bin ‘Amin bin Rabi’ah, dan Kharijah bin Zayd.
Maka hadirlah kesepuluh orang tersebut di hadapan Umar bin Abdul Aziz. Setelah Umar mempersilakan mereka duduk, ia lalu berpidato, setelah mengucapkan puji-pujian kepada Allah SWT, ia berkata:
”Aku memanggil kalian untuk sesuatu yang kalian akan mendapatkan perhargaan atasnya, yaitu kalian akan membantu untuk memutuskan apa yang benar.
Aku tidak akan membuat satupun keputusan tanpa meminta pendapat kalian, atau setidaknya pendapat tersebut yang akan digunakan.
Apabila kalian melihat ada yang melampaui batas, atau melihat sebuah ketidakadilan dalam pemerintahanku yang sampai pada kalian, aku mohon kalian melaporkannya kepadaku.”
Mendengar ini mereka menjawab, “Semoga Allah memberimu kebaikan.” Selanjutnya mereka semua bubar.
Baca juga: Umar bin Abdul Aziz Minta Nasehat Si Burung Merak Ini
Layak Dikunjungi
Penduduk Madinah merasakan perbedaan yang positif sejak dipimpin oleh Umar bin Abdul Aziz. Mereka mengirimkan surat kepada Al Walid yang isinya ucapan teriman kasih karena Al Walid sudah menunjuk Umar sebagai gubernur di Madinah.
Sejak dipimpin oleh Umar bin Abdul Azziz, Madinah menjadi tempat yang layak dikunjungi. Ia merenovasi Masjid Nabawi dan memuliakan ummul mukminin dengan merenovasi juga rumah-rumah mereka.
Salah satu yang cukup monumental, adalah perlakuannya kepada pengikut Ali bin Abi Thalib atau kelompok Syiah. Selama turun temurun, para pemimpin dinasti Umayyah memperlakukan kelompok ini sangat diskriminatif. Baru di bawah kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz lah kelompok ini diperlakukan secara baik dan tanpa diskriminasi.
Tapi sayangnya, karena sikapnya yang seperti ini, usia jabatan Umar bin Abdul Aziz hanya berlangsung 4 tahun. Setelah itu kedudukkan dicopot oleh Al Walid.
Kesepuluh orang tersebut antara lain; ‘Urwah bin al-Zubayr, ‘Ubaydallah bin ‘Abdallah bin ‘Utbah, Abu Bakr bin ‘Abd al-Rahman, Abu Bakr bin Sulayman bin Abi Hathmah, Sulayman bin Yasar, al-Qasim bin Muhammad, Salim bin ‘Abdallah bin ‘Umar, ‘Abdallah bin ‘Abdallah bin ‘Umar, ‘Abdallah bin ‘Amin bin Rabi’ah, dan Kharijah bin Zayd.
Maka hadirlah kesepuluh orang tersebut di hadapan Umar bin Abdul Aziz. Setelah Umar mempersilakan mereka duduk, ia lalu berpidato, setelah mengucapkan puji-pujian kepada Allah SWT, ia berkata:
”Aku memanggil kalian untuk sesuatu yang kalian akan mendapatkan perhargaan atasnya, yaitu kalian akan membantu untuk memutuskan apa yang benar.
Aku tidak akan membuat satupun keputusan tanpa meminta pendapat kalian, atau setidaknya pendapat tersebut yang akan digunakan.
Apabila kalian melihat ada yang melampaui batas, atau melihat sebuah ketidakadilan dalam pemerintahanku yang sampai pada kalian, aku mohon kalian melaporkannya kepadaku.”
Mendengar ini mereka menjawab, “Semoga Allah memberimu kebaikan.” Selanjutnya mereka semua bubar.
Baca juga: Umar bin Abdul Aziz Minta Nasehat Si Burung Merak Ini
Layak Dikunjungi
Penduduk Madinah merasakan perbedaan yang positif sejak dipimpin oleh Umar bin Abdul Aziz. Mereka mengirimkan surat kepada Al Walid yang isinya ucapan teriman kasih karena Al Walid sudah menunjuk Umar sebagai gubernur di Madinah.
Sejak dipimpin oleh Umar bin Abdul Azziz, Madinah menjadi tempat yang layak dikunjungi. Ia merenovasi Masjid Nabawi dan memuliakan ummul mukminin dengan merenovasi juga rumah-rumah mereka.
Salah satu yang cukup monumental, adalah perlakuannya kepada pengikut Ali bin Abi Thalib atau kelompok Syiah. Selama turun temurun, para pemimpin dinasti Umayyah memperlakukan kelompok ini sangat diskriminatif. Baru di bawah kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz lah kelompok ini diperlakukan secara baik dan tanpa diskriminasi.
Tapi sayangnya, karena sikapnya yang seperti ini, usia jabatan Umar bin Abdul Aziz hanya berlangsung 4 tahun. Setelah itu kedudukkan dicopot oleh Al Walid.
Lihat Juga :