Kisah Tabiin Thawus bin Kaisan

Umar bin Abdul Aziz Minta Nasehat Si Burung Merak Ini

loading...
Umar bin Abdul Aziz Minta Nasehat Si Burung Merak Ini
Ilustrasi/Ist
SESAAT setelah khalifah muslimin Sulaiman bin Abdul Malik bin Marwan menurunkan barang-arangnya di dekat Baitul Atiq, lalu melepas kerinduannya kepada Ka’bah, beliau menoleh kepada pengawalnya dan berkata, “Carilah seorang alim yang dapat memberikan peringatan kepada kita di hari mulia di antara hari-hari Allah ini.” (Baca juga: Kisah Dzakhwan bin Kaisan Lepas dari Jebakan Rezim)

Pengawal itu berangkat menemui orang-orang yang tengah berhaji dan bertanya sesuai dengan yang dikehendaki oleh khalifah. Orang-orang berkata, “Di sini ada Thawus bin Kaisan, tokoh ulama ahli fiqh yang paling jujur perkataannya dalam dakwah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Oleh karena itu temuilah dia.” (Baca juga: Dzakhwan bin Kaisan: Si Burung Merak yang Tak Terbeli)

Tokoh yang dimaksud adalah Dzakhwan bin Kaisan yang mendapat julukan Thawus (burung merak) karena dia laksana thawus bagi para fuqaha dan pemuka pada masanya.

Pengawal itu menghampiri Thawus dan berkata, “Ikutlah dengan kami, Amirul Mukminin mengundang Anda wahai syaikh!”

Tanpa membuang-buang waktu, Thawus mengikutinya. Menurut beliau bahwa setiap da’i tidak boleh menyia-nyiakan waktu bila ada kesempatan. Setiap kali diundang, mereka bersegera datang. (Baca juga: Tabiin yang Sahid di Tangan Penguasa Kufah Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqafi)

Ia juga meyakini bahwa kalimat yang utama untuk disampaikan adalah kalimat yang benar untuk meluruskan para penguasa yang menyimpang dan menjauhkan mereka dari kezaliman dan kekejaman, sekaligus mendekatkan mereka kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.



Sesampainya di depan Amirul Mukminin, beliau memberi salam dan disambut dengan sangat ramah. Selanjutnya khalifah membimbing beliau menuju majelisnya, lalu bertanya tentang persoalan manasik haji. Beliau mendengarkan dengan tekun dan penuh hormat. (Baca juga: Kisah Tabiin Cerdas Iyas Bin Mu’awiyah Al-Muzanni)

Ketika beliau merasa bahwa Amirul Mukminin sudah mendapatkan keterangan yang diperlukan dan tak ada lagi yang dipertanyakan, Thawus berkata dalam hati, “Ini adalah majelis yang kelak engkau akan diminta pertanggung jawaban oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, wahai Thawus.”

Thawus, menoleh kepada khalifah dan berkata, “Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya ada suatu batu besar di tepi sumur jahannam. Batu itu dilemparkan ke dasar jahannam dan baru mencapai dasarnya setelah 70 tahun. Tahukah Anda untuk siapakah sumur itu disediakan, wahai Amirul Mukminin?”

Khalifah berkata, “Tidak, duhai celaka, untuk siapa itu?”



Thawus bin Kaisan menjawab, “Untuk orang-orang yang Allah sebagai penegak hukum-Nya namun dia menyelewengkannya.”
halaman ke-1 dari 4
cover top ayah
كَبُرَ مَقۡتًا عِنۡدَ اللّٰهِ اَنۡ تَقُوۡلُوۡا مَا لَا تَفۡعَلُوۡنَ
Allah sangat murka jika kamu mangatakan apa yang tidak kamu kerjakan. 

(QS. As-Saff:3)
cover bottom ayah
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video