Menunggu Waktu Luang untuk Beramal Adalah Tanda Kebodohan

Selasa, 16 November 2021 - 10:13 WIB
Bukankah setiap waktu memiliki pekerjaan? Maka setiap kita menunda, saat itu juga kita sedang menumpuk-numpuk tugas yang akan dikerjakan. Sedangkan saat tugas itu sedikit sulit dikerjakan apalagi setelah menumpuk.

Masa muda terasa biasa saja, pengen berubah setelah berkeluarga. Setelah berkeluarga sibuk bekerja

Setelah punya anak, pengen berubah setelah anak-anak besar.

Setelah anak-anak besar pengen berubah tapi disibukkan cari nafkah yang lebih besar karena tuntutan sekolah dan kebutuhan lainnya. Nunggu setelah tua, nyatanya setelah tua disibukkan oleh cucu dan lainnya. Bahkan disibukkan penyakit yang datang silih berganti.

Kapan Lagi Berubahnya?

Maka jangan sia-siakan waktu sekarang. Waktu sekaranglah waktu kita, sebab waktu akan datang adalah sesuatu yang tak pasti milik kita.

Pendekkan angan-angan. Perbanyak beramal, dan tentunya didasari ilmu, maka lazimi menuntut ilmu. Sebab dunia ini kita kejar dan kejar akan semakin jauh berlari, takkan pernah dapat.

Ibarat minum air laut, tak pernah puas. Apa yang ada syukuri, dengan mengabdi kepadanya.

Wallahu A'lam

Baca Juga: Ngobrol-ngobrol Setelah Isya Hukumnya Makruh, Ini Alasannya
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!