Larangan Melaknat dan Dalil-dalil yang Menjelaskannya

Rabu, 24 November 2021 - 16:02 WIB
Laknat adalah (berdoa) menjauhkan orang lain dari rahmat Allah Ta’ala, sifat suka melaknat merupakan akhlak tercela yang dapat mengurangi kesempurnaan iman. Foto ilustrasi/ist
Ada satu bahaya lisan yang harus dijauhi, yakni melaknat. Laknat adalah (berdoa) menjauhkan orang lain dari rahmat Allah Ta’ala, sifat suka melaknat merupakan akhlak tercela yang dapat mengurangi kesempurnaan iman. Beberapa hadis yang menerangkan soal laknat atau melaknat di antara:

Dari sahabat Tsaabit bin Adh-Dhakhak radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَلَعْنُ الْمُؤْمِنِ كَقَتْلِهِ


“Melaknat seorang mukmin itu seperti membunuhnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca juga: Orang Beriman Tak Mungkin Lisannya Melaknat dan Berkata Kotor

Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا يَنْبَغِي لِصِدِّيقٍ أَنْ يَكُونَ لَعَّانًا


“Tidak selayaknya orang yang jujur itu suka melaknat.” (HR. Muslim)

Dari sahabat Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا يَكُونُ اللَّعَّانُونَ شُفَعَاءَ وَلَا شُهَدَاءَ، يَوْمَ الْقِيَامَةِ


“Sesungguhnya para pelaknat itu tidak akan dapat menjadi syuhada’ (orang-orang yang menjadi saksi) dan tidak pula dapat memberi syafa’at pada hari kiamat kelak.” (HR. Muslim)

Apa itu melaknat? Melaknat memiliki dua makna, yaitu makna pertama adalah mencela dan makna kedua adalah mengusir serta menjauhkan dari rahmat Allah Ta'ala. Melaknat bukanlah perangai orang beriman, dari ‘Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Seorang mukmin bukanlah orang yang suka mencela dan bukan orang yang suka melaknat serta bukan orang yang suka bicara jorok dan kotor.” (HR. Al-Bukhari)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!