Hati-Hati, Jin Juga Punya Syahwat dan Jatuh Cinta dengan Manusia

Sabtu, 04 Desember 2021 - 10:18 WIB
Pertama, dia harus menolak dan memasang permusuhan dengan jin.

Ada sebagian orang yang merasa bangga ketika dia dicintai jin. Bahkan dia anggap itu sebagai bagian dari kelebihan. Dia bangga ketika memiliki pacar dari golongan jin. Jika ini terjadi, akan susah untuk disembuhkan, sementara dia sendiri menikmatinya.

Ketika menolak, maka dia di posisi didzalimi jin. Sehingga yang menanggung semua dosa itu adalah si jin.

Ibnu Taimiyah mengatakan, jika mereka masuk ke tubuh manusia dengan sebab syahwat, hawa nafsu, dan jatuh cinta … maka ini termasuk tindakan keji (fahisyah) yang Allah haramkan. Sebagaimana itu juga diharamkan antar-manusia meskipun keduanya saling suka. Sehingga dosanya lebih berat jika itu dipaksa.

"Dia salah karena melakukan perbuatan keji dan kedzaliman. Jin juga mendapatkan aturan ini dan mereka tahu bahwa itu kekejian yang haram," ujar Ibnu Taimiyah.

Kedua, korban harus merutinkan amalan dan dzikir yang mendekatkan dirinya kepada Allah. Seperti dzikir pagi-petang, perlindungan yang Allah ajarkan (at-Tahshinah ar-Rabbaniyah) agar dijauhkan dari gangguan makhluk yang tampak maupun yang tidak tampak.

Baca juga: Gangguan Jin, dari Iseng sampai Marah karena Tersinggung

Ketiga, hindari tidur dalam kondisi tidak berbusana. Pastikan ketika tidur, aurat antara pusar sampai lutut tetap tertutup. Dan jika Anda harus membuka aurat, pastikan sebelumnya Anda membaca basmalah.

Dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

سِتْرُ ما بَيْنَ أَعْيُنِ الْجِنِّ وَبَيْنَ عَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ ، إِذَا خَلَعَ الرَّجُلُ ثَوْبَهُ أَنْ يَقُولَ : بِسْمِ


“Tabir penutup antara pandangan mata jin dengan aurat Bani Adam (manusia) adalah apabila seseorang melepas pakaiannya, dia membaca: bismillah. (HR Ibnu Adi, at-Thabrani dalam Mu’jam al-Ausath – al-Mathalib al-Aliyah, al-Hafidz Ibnu Hajar, no. 37).

Keempat, jangan lupa dzikir sebelum tidur. Ini modal perlindungan sebelum tidur. Untuk mendapatkan penjagaan Allah dari setan, selama kita dalam kondisi paling lemah yaitu ketika tidur.

Kelima, berusaha menghindari maksiat. Ini termasuk bagian terpenting dalam menghindarkan diri dari gangguan jin. Karena orang yang sering lupa Allah, rajin maksiat, akan lebih mudah didekati setan.

Allah berfirman,

وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!