Hati-Hati, Jin Juga Punya Syahwat dan Jatuh Cinta dengan Manusia
Sabtu, 04 Desember 2021 - 10:18 WIB
Barangsiapa yang berpaling dari peringatan ar-Rahman (Al Quran), kami adakan baginya setan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. ( QS az-Zukhruf: 36 )
Berpaling dari peringatan Allah bisa bentuknya tidak beribadah kepada-Nya atau tidak mau mengamalkan peringatan Allah, yaitu al-Quran.
Keenam, pelajari ilmu agama dan aqidah yang benar. Setan lebih takut kepada orang yang berilmu dari pada orang yang tidak paham ilmu agama. Terutama orang berilmu yang disiplin mengajak masyarakat kembali kepada kebenaran (berdakwah).
Sahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu pernah bercerita, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membuat garis dengan tangannya kemudian bersabda,
‘Ini jalan Allah yang lurus.’
Lalu beliau membuat garis-garis di kanan-kirinya, dan bersabda,
‘Ini adalah jalan-jalan yang bercerai-berai (sesat) tidak satu pun dari jalan-jalan ini kecuali di dalamnya terdapat setan yang mengajak orang untuk melewatinya.’
Selanjutnya beliau membaca firman Allah,
‘Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa. (HR Ahmad 4437 dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).
Siapa yang ingin mengikuti jalan lurus, harus memiliki panduan. Itulah ilmu yang diajarkan Nabi SAW kepada para sahabatnya. Dengan panduan ini, dia tidak akan tersesat sehingga mengikuti jalannya setan.
Baca juga: 7 Macam Gangguan Jin, Kelima yang Sering Terjadi
Berpaling dari peringatan Allah bisa bentuknya tidak beribadah kepada-Nya atau tidak mau mengamalkan peringatan Allah, yaitu al-Quran.
Keenam, pelajari ilmu agama dan aqidah yang benar. Setan lebih takut kepada orang yang berilmu dari pada orang yang tidak paham ilmu agama. Terutama orang berilmu yang disiplin mengajak masyarakat kembali kepada kebenaran (berdakwah).
Sahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu pernah bercerita, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membuat garis dengan tangannya kemudian bersabda,
هَذَا سَبِيلُ اللهِ مُسْتَقِيمًا
‘Ini jalan Allah yang lurus.’
Lalu beliau membuat garis-garis di kanan-kirinya, dan bersabda,
هَذِهِ السُّبُلُ، لَيْسَ مِنْهَا سَبِيلٌ إِلَّا عَلَيْهِ شَيْطَانٌ يَدْعُو إِلَيْهِ
‘Ini adalah jalan-jalan yang bercerai-berai (sesat) tidak satu pun dari jalan-jalan ini kecuali di dalamnya terdapat setan yang mengajak orang untuk melewatinya.’
Selanjutnya beliau membaca firman Allah,
وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ
‘Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa. (HR Ahmad 4437 dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).
Siapa yang ingin mengikuti jalan lurus, harus memiliki panduan. Itulah ilmu yang diajarkan Nabi SAW kepada para sahabatnya. Dengan panduan ini, dia tidak akan tersesat sehingga mengikuti jalannya setan.
Baca juga: 7 Macam Gangguan Jin, Kelima yang Sering Terjadi
(mhy)
Lihat Juga :