Surat Yasin Ayat 30-31: Belajar dari Kisah-Kisah Terdahulu
Kamis, 09 Desember 2021 - 17:42 WIB
Zamakhsyari juga menegaskan bahwa ayat ini sekaligus menjadi argumen untuk ahl raj’ah, yakni kaum yang menganggap adanya hari kebangkitan sebelum terjadinya kiamat. Mufassir lain seperti Wahbah Zuhaili dan Ibnu Katsir menyebut kaum ini dengan al-Duhriyyah, yang merujuk pada firman Allah dalam QS al-Jissiyahayat 24 :
Dan mereka berkata, “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup, dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa.” Tetapi mereka tidak mempunyai ilmu tentang itu, mereka hanyalah menduga-duga saja.
Adapun al-Biqa’i cenderung memahami kata yarji’un dalam arti bertaubat atas kedurhakaan mereka dan kembali kejalan yang benar dengan mengikuti para Rasul. Menurutnya, kata yarji’un ini mirip dengan ayat dalam QS as-Sajdah ayat 21 ;
Dan pasti Kami timpakan kepada mereka sebagian siksa yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat); agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
وَقَالُوْا مَا هِيَ اِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوْتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَآ اِلَّا الدَّهْرُۚ وَمَا لَهُمْ بِذٰلِكَ مِنْ عِلْمٍۚ اِنْ هُمْ اِلَّا يَظُنُّوْنَ
Dan mereka berkata, “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup, dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa.” Tetapi mereka tidak mempunyai ilmu tentang itu, mereka hanyalah menduga-duga saja.
Adapun al-Biqa’i cenderung memahami kata yarji’un dalam arti bertaubat atas kedurhakaan mereka dan kembali kejalan yang benar dengan mengikuti para Rasul. Menurutnya, kata yarji’un ini mirip dengan ayat dalam QS as-Sajdah ayat 21 ;
وَلَنُذِيْقَنَّهُمْ مِّنَ الْعَذَابِ الْاَدْنٰى دُوْنَ الْعَذَابِ الْاَكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
Dan pasti Kami timpakan kepada mereka sebagian siksa yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat); agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
(mhy)
Lihat Juga :