Di Manakah Surga yang Ditinggali Nabi Adam?
Jum'at, 10 Desember 2021 - 14:30 WIB
Jumhur ulama berpendapat bahwa surga yang ditinggali oleh Nabi Adam adalah surga yang ada di langit, yaitu Surga Mawa, surga keabadian. (Foto/Ilustrasi : Getty Images)
Perbedaan pendapat yang paling sering terlontar tentang surga yang ditinggali oleh Nabi Adam adalah, apakah surga itu berada di langit ataukah di bumi? Lalu, apakah surga itu abadi atau tidak?
Ibnu Katsir dalam bukunya berjudul Qashash Al-Anbiyaa atau Kisah Para Nabi mengatakan jumhur ulama berpendapat bahwa surga yang ditinggali oleh Nabi Adam adalah surga yang ada di langit, yaitu Surga Ma'wa, surga keabadian.
Pasalnya, ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits Nabi SAW menunjukkan hal itu, contohnya firman Allah: “Wahai Adam! Tinggallah kamu dan istrimu di dalam surga”.
Menurut Ibnu Katsir alif lam pada kata “al-jannah” (surga) tidak menunjukkan untuk makna umum dan tidak juga dikenali secara lafazh, namun dikenali secara akal, yakni Surga Ma'wa yang sering digunakan dalam syariat.
Contoh lainnya adalah perkataan Nabi Musa kepada Nabi Adam as, “Apa motivasi yang membuatmu mengeluarkan dirimu sendiri dan kami semua dari surga?”
Baca juga: Anak Nabi Adam Berjumlah 240 Orang, Syith yang Jadi Penerus
Imam Muslim juga meriwayatkan dalam Kitab Shahihnya, dari Abu Malik Al-Asyja'i (nama aslinya adalah Saad bin Thariq), dari Abu Hazim Salamah bin Dinar, dan diriwayatkan pula dari Abu Hurairah dan Abu Malik, dari Rib'i, dari Hudzaifah, mereka berkata, RasulullahSAW bersabda:
Hari itu Allah akan mengumpulkan seluruh manusia. Kemudian orang-orang yang beriman berdiri ketika surga sudah semakin menjauh dari mereka, lalu mereka datang kepada Nabi Adam dan berkata, “Wahai bapak kami, mintalah agar pintu surga dibukakan untuk kami.”
Lalu Nabi Adam berkata, “Apakah kalian dikeluarkan dari surga hanya karena kesalahan bapak kalian saja?”
Ibnu Katsir menjelaskan hadits ini sangat jelas menunjukkan bahwa surga yang dimaksud adalah Surga Ma'wa, namun tidak terlalu kuat untuk tidak diperdebatkan.
Ibnu Katsir dalam bukunya berjudul Qashash Al-Anbiyaa atau Kisah Para Nabi mengatakan jumhur ulama berpendapat bahwa surga yang ditinggali oleh Nabi Adam adalah surga yang ada di langit, yaitu Surga Ma'wa, surga keabadian.
Pasalnya, ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits Nabi SAW menunjukkan hal itu, contohnya firman Allah: “Wahai Adam! Tinggallah kamu dan istrimu di dalam surga”.
Menurut Ibnu Katsir alif lam pada kata “al-jannah” (surga) tidak menunjukkan untuk makna umum dan tidak juga dikenali secara lafazh, namun dikenali secara akal, yakni Surga Ma'wa yang sering digunakan dalam syariat.
Contoh lainnya adalah perkataan Nabi Musa kepada Nabi Adam as, “Apa motivasi yang membuatmu mengeluarkan dirimu sendiri dan kami semua dari surga?”
Baca juga: Anak Nabi Adam Berjumlah 240 Orang, Syith yang Jadi Penerus
Imam Muslim juga meriwayatkan dalam Kitab Shahihnya, dari Abu Malik Al-Asyja'i (nama aslinya adalah Saad bin Thariq), dari Abu Hazim Salamah bin Dinar, dan diriwayatkan pula dari Abu Hurairah dan Abu Malik, dari Rib'i, dari Hudzaifah, mereka berkata, RasulullahSAW bersabda:
Hari itu Allah akan mengumpulkan seluruh manusia. Kemudian orang-orang yang beriman berdiri ketika surga sudah semakin menjauh dari mereka, lalu mereka datang kepada Nabi Adam dan berkata, “Wahai bapak kami, mintalah agar pintu surga dibukakan untuk kami.”
Lalu Nabi Adam berkata, “Apakah kalian dikeluarkan dari surga hanya karena kesalahan bapak kalian saja?”
Ibnu Katsir menjelaskan hadits ini sangat jelas menunjukkan bahwa surga yang dimaksud adalah Surga Ma'wa, namun tidak terlalu kuat untuk tidak diperdebatkan.
Lihat Juga :