Anak Nabi Adam Berjumlah 240 Orang, Syith yang Jadi Penerus

loading...
Anak Nabi Adam Berjumlah 240 Orang, Syith yang Jadi Penerus
Konon Siti Hawa hamil sebanyak 120 kali dan setiap kehamilan melahirkan anak kembar dua, laki dan perempuan. (Foto/Ilustrasi : Ist)
Ada riwayat yang berbeda tentang jumlah putra dan putri pasangan Nabi Adam dan Siti Hawa . Konon Siti Hawa hamil sebanyak 120 kali dan setiap kehamilan melahirkan anak kembar dua, laki dan perempuan. Maknanya, jumlah anak Nabi Adam adalah 240 orang. Dari anak-anak itu seorang anak, Syith , diangkat Allah sebagai Nabi.

Baca juga: Adam dan Hawa Tak Lakukan Hubungan Intim Selama di Surga

Ibnu Katsir dalam bukunya al-Bidayah wa an-Nihayah menyebutkan setelah Qabil membunuh Habil, Allah SWT mengaruniakan kepada Adam seorang anak laki-laki yang bernama Syith.

Ia lahir ketika Adam berumur 130 tahun. Ada yang mengatakan bahwa Syith artinya ialah Hibatullah (karunia Allah). "Dan Adam hidup sampai 825 tahun setelah kelahiran Syith," tulis Ibnu Katsir.

Lalu, dalam Qashashu al-Anbiya', Ibnu Katsir menyebutkan Syith juga diangkat oleh Allah SWT sebagai seorang nabi. Dan dikabarkan, Allah mewahyukan dan menurunkan kepada Syith sebanyak 50 ajaran (risalah/shuhuf).

Adapun anak-anak laki Adam lainnya adalah al-Harits, al-Muqhits, dan masih banyak lagi yang tidak diketahui namanya. Sedangkan anak-anak perempuannya, antara lain, Iklima, Dunya, Ida, Shela, Ummatu al-Harits, Ummatu al-Mughits, dan lain-lain.

Jumlah Anak Nabi Adam
Imam Ibnu Jarir dalam kitab tarikhnya yang diriwayatkan dari beberapa perawi menyebutkan, bahwa Hawa dengan Adam melahirkan 40 anak dari 20 kelahiran. Atsar ini juga disebutkan oleh Ibnu Ishaq dengan sanad yang sama.

Ibnu Thabari dalam Tarikhu ath-Thabari menyatakan ada juga pendapat lain yang mengatakan bahwa Hawa mengandung sebanyak 120 dan lahir kembar semua.

Beberapa ulama menjelaskan pada setiap kelahirannya dua anak kembar, satu orang putra dan satu orang putri, anak pertama mereka adalah Qabil dan Iqlima, sedangkan anak terakhirnya bernama Abdul Mugits dan Ammatul Mugits.

Dari anak-anak Adam tersebutlah mulai tersebar manusia ke seluruh penjuru bumi, semakin besar dan semakin banyak.

Mengenai jumlah anak Adam dan Hawa, beberapa sejarawan mengatakan bahwa sebelum meninggal dunia, Adam pernah merasakan hidup bersama anak, cucu, cicit, dan seterusnya hingga berjumlah 40.000 orang.

Baca juga: Setelah 500 Tahun Berpisah, Adam dan Hawa Berjumpa di Arafah

Dalam, al-Bidayah wa an-Nihayah dikatakan pula, bahwa semua silsilah keturunan anak cucu Adam sekarang ini berujung pada Syith ibn Adam as dan seluruh anak-anak Adam yang lain telah musnah dan tidak berketurunan.

Qabil Perusak Akhlak
Nabi Syith adalah putra ketiga Nabi Adam yang begitu saleh. Ketika Qabil melarikan diri dengan istrinya karena membunuh Habil, Allah SWT memilih Syith sebagai utusannya. Nabi Syith-lah yang kemudian memberikan bimbingan kepada anak cucu Adam.

Di antara hukum yang dibawa Nabi Syith bin Adam adalah larangan bergaul dengan kaum Qabil, yang telah merusak bumi dengan akhlak buruk mereka.

Setelah meninggal, Syith pun menetapkan putranya, Anush sebagai penerus ajarannya. Setelah itu, umat manusia hidup tanpa seorang nabi, dan orang-orang hanya mengikuti ajaran Nabi Adam dan Nabi Syith.

Setelah Nabi Syith meninggal, setan datang kepada kaum Qabil. Setan itu mendatangi mereka dalam bentuk seorang anak laki-laki. Lalu, setan itu pun mulai mempengaruhi perbuatan mereka, seperti dalam hal berpakaian dan hal-hal aneh lainnya. Bahkan, setan memimpin mereka dalam acara-acara perayaan, di mana kaum wanita dan pria bercampur.

Perbuatan mereka pun mempengaruhi para pengikut Nabi Syith. Ketika mereka melihat para wanita, mereka juga terpesona. Mereka bahkan melakukan kejahatan perzinaan pertama dalam sejarah umat manusia.

Setelah orang-orang banyak yang melanggar perintah Nabi Syith dan Nabi Adam, barulah Allah SWT mengutus Nabi Idris, yang bernama lengkap Idris bin Mahalail bin Qainan bin Anush bin Syith bin Adam.

Nabi Idris adalah orang pertama yang memulai pertempuran demi Allah. Dia mempersiapkan pasukan dan menyerang kaum Qabil sampai mereka kalah.

Baca juga: Gunung Qasiun: Makam Para Nabi dan Tempat Qabil Membunuh Habil
(mhy)
preload video