Hati-hati dengan Syirik Tersembunyi
Senin, 13 Desember 2021 - 17:18 WIB
Harus ikhlas mengharapkan ridha Allah, tidak memandang kepada yang lainnya.
“Tidaklah manusia diperintahkan kecuali untuk beribadah mengikhlaskan (memurnikan) ketaatan untuk Allah saja...” (QS. Al-Bayyinah: 5)
Hanya untuk Allah, bukan untuk yang lainnya. Maka tatkala kita beribadah, lelah, penat, capek kita bangun malam, kita keluarkan sedikit harta, meninggalkan negeri kita untuk berangkat umroh dan haji, kalau dalam ibadah kita ada riya’, maka selesai. Dalam hadis qudsi, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Aku adalah yang tidak butuh dengan partner/sekutu. Barangsiapa yang beramal suatu amalan lalu dia sisipkan dalam niatnya selain Aku, maka akan Aku tinggalkan dia dengan apa Aku disekutukan dengannya.” (HR. Muslim)
Baca juga: Sikap Terang-terangan dan Berbangga dengan Dosa, Pertanda Apakah Ini?
Wallahu A'lam
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ
“Tidaklah manusia diperintahkan kecuali untuk beribadah mengikhlaskan (memurnikan) ketaatan untuk Allah saja...” (QS. Al-Bayyinah: 5)
Hanya untuk Allah, bukan untuk yang lainnya. Maka tatkala kita beribadah, lelah, penat, capek kita bangun malam, kita keluarkan sedikit harta, meninggalkan negeri kita untuk berangkat umroh dan haji, kalau dalam ibadah kita ada riya’, maka selesai. Dalam hadis qudsi, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ مَنْ عَمِلَ عَمَلاً أَشْرَكَ فِيهِ مَعِى غَيْرِى تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ
“Aku adalah yang tidak butuh dengan partner/sekutu. Barangsiapa yang beramal suatu amalan lalu dia sisipkan dalam niatnya selain Aku, maka akan Aku tinggalkan dia dengan apa Aku disekutukan dengannya.” (HR. Muslim)
Baca juga: Sikap Terang-terangan dan Berbangga dengan Dosa, Pertanda Apakah Ini?
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :