Nabi Joshua, Pengganti Nabi Musa yang Merebut Baitul Maqdis
Rabu, 05 Januari 2022 - 15:14 WIB
Ia berkata kepada kaumnya, "Sucikan dan teguhkanlah niatmu, sebab besok Tuhanmu akan melakukan perbuatan yang ajaib di antara kamu."
Nabi Yusya' berkata kepada para imam, "Bawa dan usung Tabut Perjanjian, berjalanlah kalian di depan."
Mengusung Tabut adalah simbol bahwasanya perjuangan ini adalah perintah-Nya dan hanya dapat dilakukan dengan kekuatan-Nya semata, bukan oleh kekuatan sendiri.
Sementara itu, Allah SWT telah mempersiapkan sebuah mukjizat yang tak disangka-sangka. Sesampai di tepi Sungai Yordan, tatkala para imam mulai mencelupkan kakinya ke dalam air untuk menyeberang, tiba-tiba aliran sungai terhenti dan terbukalah jalan kering melintasi sungai di depan mereka, persis seperti tatkala Allah SWT menyiapkan jalan kering bagi Musa dan pengikutnya membelah Laut Merah.
Pasukan Bani Israil pun menyeberangi sungai yang lebar dan dalam itu, tanpa mengalami kesulitan yang berarti. Berita tentang kedatangan pasukan Bani Israil kian santer menyebar ke seluruh negeri. Mereka ketakutan.
Gerbang Yerikho yang besar dan kokoh itu pun ditutup rapat-rapat, tak seorang pun dapat keluar atau masuk.
Dalam Kitab Yosua dikisahkan bagaimana Nabi Yusya' dijanjikan kemenangan dan menerima petunjuk agar memerintahkan semua orang berjalan mengelilingi benteng kota itu selama enam hari, sementara para imam ditugaskan meniup trompet sangkakala yang terbuat dari tanduk domba. Di hari ketujuh, dinding benteng raksasa itu runtuh dan para prajurit Nabi Yusya' merangsek masuk ke dalam kota.
Baca juga: Kedurhakaan Bani Israil Membunuh Nabi Yesaya Dipotong dengan Gergaji
Syaikh Umar Sulaiman Al-Asyqor (Guru Besar Universitas Islam Yordania) dalam kitabnya "Kisah-kisah Shahih Seputar Para Nabi dan Rasul" menyampaikan hadits Rasulullah SAW, tatkala Nabi Yusya' menembus Benteng Yerikho, matahari sempat dibuat berhenti beredar oleh Allah SWT. Hari itu, yakni Hari Jumat, berlangsung lebih lama dari yang semestinya.
Hal ini dilakukan untuk memberi kesempatan kepada Nabi Yusya' beserta kaumnya menyelesaikan amanahnya, karena keesokan harinya sudah masuk Hari Sabat (Sabtu) di mana di hari itu, sesuai syariat yang diturunkan melalui Nabi Musa, Bani Israil diperintahkan untuk berhenti beraktivitas.
Maka ia (Yusya') berangkat hingga mendekati kota kira-kira pada waktu Ashar. Ia kemudian berkata kepada matahari, 'Hai matahari, engkau tengah menjalankan tugasmu dan aku pun sedang menjalankan tugas dari Allah. Maka, wahai Tuhanku, hentikanlah matahari!' Dan matahari pun berhenti sejenak hingga Allah mengaruniakan kemenangan kepadanya." — HR Muslim 19/4327
Pada hari ketujuh, setelah tembok Yorikho runtuh, Nabi Yusya' dan pasukannya menyerbu masuk ke dalam kota, dan membumihanguskan seluruh isi kota tanpa tersisa, kecuali rumah yang dihuni oleh Rahab dan keluarganya.
Baca juga: Ini Doa Raja Bani Israil Uzia sehingga Allah Menunda Ajalnya
Nabi Yusya' berkata kepada para imam, "Bawa dan usung Tabut Perjanjian, berjalanlah kalian di depan."
Mengusung Tabut adalah simbol bahwasanya perjuangan ini adalah perintah-Nya dan hanya dapat dilakukan dengan kekuatan-Nya semata, bukan oleh kekuatan sendiri.
Sementara itu, Allah SWT telah mempersiapkan sebuah mukjizat yang tak disangka-sangka. Sesampai di tepi Sungai Yordan, tatkala para imam mulai mencelupkan kakinya ke dalam air untuk menyeberang, tiba-tiba aliran sungai terhenti dan terbukalah jalan kering melintasi sungai di depan mereka, persis seperti tatkala Allah SWT menyiapkan jalan kering bagi Musa dan pengikutnya membelah Laut Merah.
Pasukan Bani Israil pun menyeberangi sungai yang lebar dan dalam itu, tanpa mengalami kesulitan yang berarti. Berita tentang kedatangan pasukan Bani Israil kian santer menyebar ke seluruh negeri. Mereka ketakutan.
Gerbang Yerikho yang besar dan kokoh itu pun ditutup rapat-rapat, tak seorang pun dapat keluar atau masuk.
Dalam Kitab Yosua dikisahkan bagaimana Nabi Yusya' dijanjikan kemenangan dan menerima petunjuk agar memerintahkan semua orang berjalan mengelilingi benteng kota itu selama enam hari, sementara para imam ditugaskan meniup trompet sangkakala yang terbuat dari tanduk domba. Di hari ketujuh, dinding benteng raksasa itu runtuh dan para prajurit Nabi Yusya' merangsek masuk ke dalam kota.
Baca juga: Kedurhakaan Bani Israil Membunuh Nabi Yesaya Dipotong dengan Gergaji
Syaikh Umar Sulaiman Al-Asyqor (Guru Besar Universitas Islam Yordania) dalam kitabnya "Kisah-kisah Shahih Seputar Para Nabi dan Rasul" menyampaikan hadits Rasulullah SAW, tatkala Nabi Yusya' menembus Benteng Yerikho, matahari sempat dibuat berhenti beredar oleh Allah SWT. Hari itu, yakni Hari Jumat, berlangsung lebih lama dari yang semestinya.
Hal ini dilakukan untuk memberi kesempatan kepada Nabi Yusya' beserta kaumnya menyelesaikan amanahnya, karena keesokan harinya sudah masuk Hari Sabat (Sabtu) di mana di hari itu, sesuai syariat yang diturunkan melalui Nabi Musa, Bani Israil diperintahkan untuk berhenti beraktivitas.
Maka ia (Yusya') berangkat hingga mendekati kota kira-kira pada waktu Ashar. Ia kemudian berkata kepada matahari, 'Hai matahari, engkau tengah menjalankan tugasmu dan aku pun sedang menjalankan tugas dari Allah. Maka, wahai Tuhanku, hentikanlah matahari!' Dan matahari pun berhenti sejenak hingga Allah mengaruniakan kemenangan kepadanya." — HR Muslim 19/4327
Pada hari ketujuh, setelah tembok Yorikho runtuh, Nabi Yusya' dan pasukannya menyerbu masuk ke dalam kota, dan membumihanguskan seluruh isi kota tanpa tersisa, kecuali rumah yang dihuni oleh Rahab dan keluarganya.
Baca juga: Ini Doa Raja Bani Israil Uzia sehingga Allah Menunda Ajalnya
(mhy)
Lihat Juga :