Kiamat Mendekat: Sungai Efrat Kian Surut, Tinggal Tunggu Munculnya Gunung Emas

Kamis, 06 Januari 2022 - 14:42 WIB
Baca juga: Kiamat Sudah Dekat (3): Sungai Eufrat Mengering dan Gunung Emas Itu Nyata

Pada 2013, NASA dan Universitas California sudah merilis sebuah hasil penelitian. Kedua lembaga itu melaporkan Sungai Efrat dan Tigris sudah mulai mengering. "Para ilmuwan menemukan selama tujuh tahun dari 2003, cekungan sungai Tigris dan Eufrat di bagian Turki , Suriah , Irak , dan Iran kehilangan 117 juta kaki acre (144 kilometer kubik) air tawar," tulis laporan itu seperti dikutip Press TV.

Bukan hanya itu saja. Bendungan yang terintegrasi dengan Sungai Eufrat disebut sejumlah ahli juga menyusut sehingga mengancam pemadaman listrik bagi jutaan warga Suriah. Di Bendungan Tishrin, misalnya. Terjadi penurunan debit air parah yang belum pernah terjadi sejak bendungan tersebut dibangun pada 1999. “Ini bencana kemanusiaan,” kata Hammoud al-Hadiyyeen, operator utama Bendungan Tishrin

Saban musim semi, air Sungai Eufrat biasanya melimpah hingga ke kebun zaitun milik Khaled al-Khamees, warga desa Rumaylah di Provinsi Aleppo, Suriah. Tapi hari-hari ini, sungai kuno itu hanya meliuk di kejauhan. Pohon-pohonnya meranggas. Air minum kian langka.

Sejak Januari 2021, level air menyusut sebanyak lima meter. Level air kini hanya berkisar beberapa sentimeter di atas "zona mati,” di mana turbin bendungan akan terhenti secara otomatis akibat kekurangan air.

"Kapasitas bendungan hidroelektrik di timur laut Suriah sejak tahun lalu dilaporkan anjlok sebanyak 70 persen," kata Kepala Otoritas Energi, Welat Darwish.

Sepertiga stasiun pompa yang bertebaran di sepanjang bantaran sungai kini juga mulai kekurangan air, atau bahkan mengering sama sekali.

Organisasi bantuan dan kelompok lingkungan sudah mewanti-wanti petaka kelangkaan air yang menghantui timur laut Suriah. Aliran air menyusut oleh kerusakan infrastruktur akibat perang berkepanjangan.

Dirayakan sebagai sungai yang mengalir melalui Surga Eden dalam kisah Alkitab, Sungai Eufrat bergerak sejauh 2.800 kilometer dari Turki, melalui Suriah sebelum bermuara di Irak.

Di sepanjang pesisirnya, bertebaran kebun-kebun zaitun, gandum atau kacang-kacangan yang menghidupi warga di kedua negara hilir untuk melalui masa perang.

Baca juga: Kiamat Sudah Dekat (2): Jarak Gunung Emas Itu 4.774 km dari Sungai Eufrat

Gunung Emas
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!