Doa Nabi Ibrahim dan Begini Gambaran Mekkah Pra-Islam
Senin, 10 Januari 2022 - 11:44 WIB
Kakbah tempo dulu. Mekkah menjadi tempat yang aman sejak dulu kala. (Foto/Ilustrasi: Ist)
Mekkah adalah daerah tandus yang dikelilingi pegunungan yang gersang. Wilayah ini tidak ada yang mengganggu sejak zaman dahulu kala. Ini merupakan berkah doa Nabi Ibrahim seperti tercatat dalam al-Quran.
“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berdoa, “Ya Tuhanku, jadikanlah (negeri Mekkah) ini negeri yang aman, dan berilah rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya.” ( QS al-Baqarah : 126)
Baca juga: Pra-Islam: Ada Sejumlah Kakbah Lain untuk Berhala di Dekat Mekkah
Dr Jawwad Ali dalam buku berjudul "al-Mufashshal fi Tarikh al-Arab Qabla al-Islam" atau "Sejarah Arab Sebelum Islam" mendiskripsikan bahwa Mekkah berada di tengah lembah tanpa tetumbuhan. Di situ banyak gunung tandus yang semakin menambah gersang. Di sana juga tidak ada air, selain zamzam, sebuah sumber mata air yang digali pada waktu belakangan.
Ada beberapa sumber mata air lain yang digali oleh penduduk setempat. Tidak pernah ada air yang mengalir atau sumber yang deras di Mekkah sebagaimana yang kita lihat di banyak tempat. Namun demikian, tetap saja ada banjir besar dan dahsyat yang menerjang.
Banjir itu turun dari bukit dan pegunungan menimbulkan bencana dan kerugian yang besar. Bahkan, terkadang sampai ke Masjidil Haram dan merusak bangunannya. Sering kali banjir tersebut merobohkan rumah, sehingga ia pun menjadi petaka bukan lagi rahmat yang membantu dan menguntungkan penduduk tanah Haram.
"Karena itu, tanah Mekkah tidak pernah cocok untuk ditanami pepohonan, tanaman dan benih. Sehingga, dengan terpaksa penduduk Mekkah harus mengimpor apa saja yang mereka butuhkan dari berbagai penjuru dan negeri di luarnya," ujar Jawwad Ali.
Mereka mencukupi kehidupan dengan bekerja kepada para jamaah haji yang datang. Di sisi lain, mereka juga melakukan perniagaan sehingga membantu dan bahkan membuat mereka kaya. Dengan itu, kehidupan mereka pun terjamin, aman dan sentosa, serta terjaga baik.
Baca juga: Hukuman Zina dan Cara Cerai Masyarakat Arab Pra-Islam
Tali yang Mengikat
Adapun di bagian lain Mekkah, pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan penduduknya bergantung pada kondisi geografisnya.
وَاِذۡ قَالَ اِبۡرٰهٖمُ رَبِّ اجۡعَلۡ هٰذَا بَلَدًا اٰمِنًا وَّارۡزُقۡ اَهۡلَهٗ مِنَ الثَّمَرٰتِ مَنۡ اٰمَنَ مِنۡهُمۡ بِاللّٰهِ وَالۡيَوۡمِ الۡاٰخِرِؕ قَالَ وَمَنۡ كَفَرَ فَاُمَتِّعُهٗ قَلِيۡلًا ثُمَّ اَضۡطَرُّهٗۤ اِلٰى عَذَابِ النَّارِؕ وَبِئۡسَ الۡمَصِيۡ
“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berdoa, “Ya Tuhanku, jadikanlah (negeri Mekkah) ini negeri yang aman, dan berilah rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya.” ( QS al-Baqarah : 126)
Baca juga: Pra-Islam: Ada Sejumlah Kakbah Lain untuk Berhala di Dekat Mekkah
Dr Jawwad Ali dalam buku berjudul "al-Mufashshal fi Tarikh al-Arab Qabla al-Islam" atau "Sejarah Arab Sebelum Islam" mendiskripsikan bahwa Mekkah berada di tengah lembah tanpa tetumbuhan. Di situ banyak gunung tandus yang semakin menambah gersang. Di sana juga tidak ada air, selain zamzam, sebuah sumber mata air yang digali pada waktu belakangan.
Ada beberapa sumber mata air lain yang digali oleh penduduk setempat. Tidak pernah ada air yang mengalir atau sumber yang deras di Mekkah sebagaimana yang kita lihat di banyak tempat. Namun demikian, tetap saja ada banjir besar dan dahsyat yang menerjang.
Banjir itu turun dari bukit dan pegunungan menimbulkan bencana dan kerugian yang besar. Bahkan, terkadang sampai ke Masjidil Haram dan merusak bangunannya. Sering kali banjir tersebut merobohkan rumah, sehingga ia pun menjadi petaka bukan lagi rahmat yang membantu dan menguntungkan penduduk tanah Haram.
"Karena itu, tanah Mekkah tidak pernah cocok untuk ditanami pepohonan, tanaman dan benih. Sehingga, dengan terpaksa penduduk Mekkah harus mengimpor apa saja yang mereka butuhkan dari berbagai penjuru dan negeri di luarnya," ujar Jawwad Ali.
Mereka mencukupi kehidupan dengan bekerja kepada para jamaah haji yang datang. Di sisi lain, mereka juga melakukan perniagaan sehingga membantu dan bahkan membuat mereka kaya. Dengan itu, kehidupan mereka pun terjamin, aman dan sentosa, serta terjaga baik.
Baca juga: Hukuman Zina dan Cara Cerai Masyarakat Arab Pra-Islam
Tali yang Mengikat
Adapun di bagian lain Mekkah, pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan penduduknya bergantung pada kondisi geografisnya.
Lihat Juga :