Penjelasan Gus Baha Tentang Hukum Merokok

Kamis, 13 Januari 2022 - 13:09 WIB
"Merokok itu ada mudharat. Mudharat bagi keuangan lah. Bagi kesehatan juga. Tapi orang yang mengharamkan rokok, rokok itu dibilang kencingnya setan, hadisnya lebih ke maudhu'. Ya nggak tahu kencingnya kapan. Hehehe, " kata Gus Baha.

“Wah ada-ada saja, itu hadis maudhu’ (hadis palsu). Ada setan kok kencing segala!” Hehehe," tambah Gus Baha.

Sedangkan kata Gus Baha kelompok yang menghalalkan rokok itu kiai-kiai top. "Mbah Mahrus Ali itu ya merokok, orang-orang alim top juga banyak yang merokok, " ungkap Gus Baha.

Gus Baha menjelaskan bahwa tipe orang tersebut jangan sampai diberikan fatwa haram merokok, karena hukum merokok sendiri memang masih menjadi ikhtilaf atau perbedaan diantara para ulama. Untuk kondisi kiai kampung tadi, Gus Baha memilih untuk memperbolehkan merokok. "Ya memang daripada mbah tadi mencari hiburan menonton dangdut yang jelas-jelas terdapat unsur mudaratnya tentu mending merokok," jelas Gus Baha.

Kalau untuk bapak-bapak yang kekurangan finansial, Bagaimana mungkin hanya memiliki uang Rp20.000,- ternyata digunakan untuk membeli rokok dan ngopi. Harusnya kan digunakan untuk membeli beras dan kebutuhan pokok yang lain.

Baca juga: Gus Baha Ceritakan Kisah Imam Syafi'i Didebat Soal Qunut

Wallahu A'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!