Santri Perlu Membangun Dakwah yang Menyatukan, Begini Caranya
Sabtu, 22 Januari 2022 - 13:11 WIB
Pria yang pernah menjadi President Indonesian Diaspora Network, California Utara ini juga menuturkan perlu kebijaksanaan untuk menyikapi perbedaan. "Kalau kita melihat adanya perbedaan dalam keyakinan, tentunya kita juga harus menyikapinya dengan bijaksana bahwa perbedaan keyakinan itu adalah hal yang wajar. Karena Allah SWT mengatakan, Dan jika Allah menghendaki niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja)," katanya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan dalam berdakwah hendaknya seoarang juga harus meneladani Rasulullah SAW dalam menyampaikan kebaikan. "Islam mengajarkan dakwah dengan cara yang baik, ke arah yang baik. Ada pula istilah dakwah bil hikmah yaitu dakwah itu dengan hikmah, arif dan bijaksana. Jadi mengajak suatu kebaikan harus dengan cara yang baik pula sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah," katanya.
Salah satu penggagas dan pengajar Diaspora Pancasila tersebut, mengutip buku Michael Heart yang menyatakan bahwa dakwah Rasulullah yang sedemikian baik itu berhasil menciptakan transformasi sosial dan generasional, lintas batas dan lintas zaman, bahkan hingga saat ini. Semuanya berawal dari dakwah yang baik dan beradab.
"Jadi, apabila kita melihat suatu kemusyrikan, misalnya, maka kita tetap harus menjelaskan dengan baik dan santun. Sebagaimana Rasulullah berdakwah dengan baik dan santun kepada pamannya, Abu Thalib. Di situ Rasulullah tidak memberi ruang untuk kekerasan, tetapi tetap istikamah berdakwah dengan adab yang baik kepada pamannya hingga akhir hayat sang paman," ucapnya.
Melalui dakwah dengan adab yang baik, mencerminkan umat yang baik serta ajarannya dapat diterima dan menyejukkan bagi umat. Di samping itu, Hamdan melihat perlu bagi pemerintah untuk terus bersinergi dengan ulama demi percepatan moderasi beragama. "Ulama mempunyai kewajiban untuk memberi nasehat yang baik dengan cara yang baik pula kepada umaro sebagaimana hadis riwayat Imam Ahmad."
"Dan umaro sendiri mempunyai kewajiban untuk menjadi pemimpin yang adil dan mendengarkan nasehat yang baik dari para ulama dan rakyatnya. Jadi saling bergandengan tangan dalam menciptakan negara yang damai, sejahtera, dan berkeadilan," katanya.
(abd)
Lihat Juga :