Bolehkah Mengucapkan Kata Buruk Ketika Dighibahi dan Didzalimi?
Selasa, 25 Januari 2022 - 09:03 WIB
“La yuhibbullahul-jahra bissu-i minal-qauli illa man zhulima. Wa kanallahu sami’an aliman,”.
Artinya: “Allah tidak menyukai perkataan buruk (yang diucapkan) secara terus terang kecuali oleh orang yang dizalimi. Dan Allah Mahamendengar, Mahamengetahui,” (QS. An-Nisa : 148)
Dalam kitab Muhkhtashar Tafsir Ibnu Katsir karya Syekh Ahmad Syakir dijelaskan, berkata buruk ketika dizalimi memang diperbolehkan. Namun alangkah mulianya apabila seorang hamba memilih bersabar dan mencoba memaafkan orang yang menzaliminya.
Imam Hasan Al-Bashri bahkan menyebutkan larangan bagi seseorang untuk mendoakan keburukan atas orang yang menddzaliminya. Justru seharusnya, ia dapat mengucapkan doa agar Allah membantunya keluar dari lubang kezaliman yang telah menimpanya itu.
Hadis dari Aisyah radhiyallahu'anha, bercerita ia pernah kehilangan sesuatu akibat dicuri. Lalu Aisyah pun mendoakan keburukan kepada si pencuri itu. Mendengar itu maka Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah kamu peringan (doa kamu itu) darinya,” (HR Abu Daud)
Baca juga: 2 Jenis Sifat Akal Manusia Menurut Al-Qur'an
Wallahu A'lam
Artinya: “Allah tidak menyukai perkataan buruk (yang diucapkan) secara terus terang kecuali oleh orang yang dizalimi. Dan Allah Mahamendengar, Mahamengetahui,” (QS. An-Nisa : 148)
Dalam kitab Muhkhtashar Tafsir Ibnu Katsir karya Syekh Ahmad Syakir dijelaskan, berkata buruk ketika dizalimi memang diperbolehkan. Namun alangkah mulianya apabila seorang hamba memilih bersabar dan mencoba memaafkan orang yang menzaliminya.
Imam Hasan Al-Bashri bahkan menyebutkan larangan bagi seseorang untuk mendoakan keburukan atas orang yang menddzaliminya. Justru seharusnya, ia dapat mengucapkan doa agar Allah membantunya keluar dari lubang kezaliman yang telah menimpanya itu.
Hadis dari Aisyah radhiyallahu'anha, bercerita ia pernah kehilangan sesuatu akibat dicuri. Lalu Aisyah pun mendoakan keburukan kepada si pencuri itu. Mendengar itu maka Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah kamu peringan (doa kamu itu) darinya,” (HR Abu Daud)
Baca juga: 2 Jenis Sifat Akal Manusia Menurut Al-Qur'an
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :