Puasa Menjadi Perisai dari 3 Perkara, Nomor 3 Dirasakan Langsung dalam Aktivitas
Jum'at, 04 Februari 2022 - 09:13 WIB
Senada dengan ini, Ibnu Rajab rahimahullah berkata: “…puasa menghalangi seseorang dari maksiat ketika didunia, sebagaimana firman Allah ‘Azza Wa Jalla: Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa” (QS. Al-Baqarah: 183)”. (Jami’ Al-‘Ulum Wa Al-Hikam: hal.576).
2. Puasa adalah perisai yaitu sebuah tameng dan benteng seorang muslim dari azab api neraka.
Dalil dari makna ini adalah:
Berdasarkan hadis shahih dari Utsman bin Abil-‘Ash radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
Artinya: “Puasa adalah perisai dari neraka, seperti perisai salah seorang diantara kamu dari peperangan”. (HR Ahmad, Nasai dan Ibnu Majah dengan sanad shahih)
Dalam Kitabnya Jami’ Al-‘Ulum, Hafidz Ibnu Rajab rahimahullah berkomentar dengan komentar yang indah: “Bila puasa adalah perisai dirinya dari berbagai maksiat (ketika didunia), maka diakhirat kelak, puasa tersebut lebih pantas menjadi perisainya dari azab neraka, namun apabila puasa tersebut tidak bisa menjadi perisai baginya dari maksiat ketika didunia, maka lebih-lebih lagi tidak akan menjadi perisai dirinya dari api neraka diakhirat kelak”.
3. Puasa adalah perisai dan tameng dari berbagai musibah dan bencana.
Ini merupakan kesimpulan dari dalil: hadis yang dinukil oleh Al-Hafidz As-Suyuthi dalam Al-Jami’ Ash-Shaghir bahwa Ibnu Najjaar meriwayatkan dari Hafshah dan Aisyah radhiyallahu’anhuma bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam:
Artinya: “Sesungguhnya puasa adalah perisai dari api neraka, dan perisai dari musibah dan bencana zaman”.
2. Puasa adalah perisai yaitu sebuah tameng dan benteng seorang muslim dari azab api neraka.
Dalil dari makna ini adalah:
Berdasarkan hadis shahih dari Utsman bin Abil-‘Ash radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
الصيام جنة من النار كجنة أحدكم من القتال
Artinya: “Puasa adalah perisai dari neraka, seperti perisai salah seorang diantara kamu dari peperangan”. (HR Ahmad, Nasai dan Ibnu Majah dengan sanad shahih)
Dalam Kitabnya Jami’ Al-‘Ulum, Hafidz Ibnu Rajab rahimahullah berkomentar dengan komentar yang indah: “Bila puasa adalah perisai dirinya dari berbagai maksiat (ketika didunia), maka diakhirat kelak, puasa tersebut lebih pantas menjadi perisainya dari azab neraka, namun apabila puasa tersebut tidak bisa menjadi perisai baginya dari maksiat ketika didunia, maka lebih-lebih lagi tidak akan menjadi perisai dirinya dari api neraka diakhirat kelak”.
3. Puasa adalah perisai dan tameng dari berbagai musibah dan bencana.
Ini merupakan kesimpulan dari dalil: hadis yang dinukil oleh Al-Hafidz As-Suyuthi dalam Al-Jami’ Ash-Shaghir bahwa Ibnu Najjaar meriwayatkan dari Hafshah dan Aisyah radhiyallahu’anhuma bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam:
إن الصيام جنة من النار ومن بوائق الدهر
Artinya: “Sesungguhnya puasa adalah perisai dari api neraka, dan perisai dari musibah dan bencana zaman”.
Lihat Juga :