Doa Masuk Pasar, Bacaan Wajib bagi Kaum Wanita yang Gemar Shopping
Minggu, 06 Februari 2022 - 05:15 WIB
Satu hal lagi, kenapa ketika ke pasar harus berdoa? Karena ternyata Allah sangat membenci pasar . Apakah engkau senang bersembunyi di tempat yang paling dibenci oleh Allah dan berleha-leha di tempat yang tidak disukai Allah?
Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu diriwayatkan bahwa ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Tempat yang paling dicintai oleh Allah adalah masjid-masjidnya. Sedangkan tempat yang paling dibenci oleh Allah adalah pasar-pasarnya," (Shahih Muslim) Kemudian dalil dari Jubair bin Muth'im radhiyallahu'anhu diriwayatkan bahwa ia pernah berkata." Wahai Rasulullah, tempat manakah yang paling dicintai oleh Allah dan tempat manakah yang paling dibenci oleh Allah?" Beliau menjawab" Aku tidak tahu, kecuali setelah aku tanyakan kepada JIbril", Maka datanglah jibril dan memberi tahu be;iau,"Sesungguhnya temat yang paling dicintai oleh Allah adalah masjid-masjid, dan tempta yang paling dibenci oleh Allah adalah pasar-pasar". Maka jauhilah perangkap yang siap menjerat kalian, yakni pasar-pasar. (HR Ahmad, Bazzar dan Abu Ya'la. Lihat Shohihu t'-Targhib wa 't-Tarhib(t/249) (325)
Kemudian dalil dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu'anhu, diriwayatkan bahwa ia berkata , Rasulullah bersabda: "Jauhilah oleh kalian perselisihan, permusuhan dan suara-suara keras yang terjadi di pasar-pasar!". ((Shahih Muslim)
Karena itu muslimah, umur adalah lahan untuk beramal, dan setiap waktu ada masa berakhirnya. Maka janganlah lalai untuk beramal. Tinggalkanlah kelesuan dan kemalasan karena ajal telah dekat. Janganlah waktu kita dihabiskan untuk aktivitas yang tidak terlalu penting, di tempat-tempat yang banyak mudharatnya pula.
Dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu'anhu diriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu alihi wa sallam bersabda : "Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam kelak pada hari kiamat di sisi Rabb-nya hingga ditanya tentang lima hal (yaitu) tentang umurnya untuk apa ia gunakan, tentang masa mudanya untuk apa ia habiskan, tentang hartanya darimana ia dapatkan dan kemana ia belanjakan dan apa yang telah ia amalkan dengan ilmunya". (Shahih Sunani at-Tirmidzi (II/289) (1996)
Wallahu A’lam
Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu diriwayatkan bahwa ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Tempat yang paling dicintai oleh Allah adalah masjid-masjidnya. Sedangkan tempat yang paling dibenci oleh Allah adalah pasar-pasarnya," (Shahih Muslim) Kemudian dalil dari Jubair bin Muth'im radhiyallahu'anhu diriwayatkan bahwa ia pernah berkata." Wahai Rasulullah, tempat manakah yang paling dicintai oleh Allah dan tempat manakah yang paling dibenci oleh Allah?" Beliau menjawab" Aku tidak tahu, kecuali setelah aku tanyakan kepada JIbril", Maka datanglah jibril dan memberi tahu be;iau,"Sesungguhnya temat yang paling dicintai oleh Allah adalah masjid-masjid, dan tempta yang paling dibenci oleh Allah adalah pasar-pasar". Maka jauhilah perangkap yang siap menjerat kalian, yakni pasar-pasar. (HR Ahmad, Bazzar dan Abu Ya'la. Lihat Shohihu t'-Targhib wa 't-Tarhib(t/249) (325)
Kemudian dalil dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu'anhu, diriwayatkan bahwa ia berkata , Rasulullah bersabda: "Jauhilah oleh kalian perselisihan, permusuhan dan suara-suara keras yang terjadi di pasar-pasar!". ((Shahih Muslim)
Karena itu muslimah, umur adalah lahan untuk beramal, dan setiap waktu ada masa berakhirnya. Maka janganlah lalai untuk beramal. Tinggalkanlah kelesuan dan kemalasan karena ajal telah dekat. Janganlah waktu kita dihabiskan untuk aktivitas yang tidak terlalu penting, di tempat-tempat yang banyak mudharatnya pula.
Dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu'anhu diriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu alihi wa sallam bersabda : "Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam kelak pada hari kiamat di sisi Rabb-nya hingga ditanya tentang lima hal (yaitu) tentang umurnya untuk apa ia gunakan, tentang masa mudanya untuk apa ia habiskan, tentang hartanya darimana ia dapatkan dan kemana ia belanjakan dan apa yang telah ia amalkan dengan ilmunya". (Shahih Sunani at-Tirmidzi (II/289) (1996)
Wallahu A’lam
(wid)
Lihat Juga :