Sidratul Muntaha dan 3 Peristiwa yang Dialami Nabi Muhammad

Selasa, 15 Februari 2022 - 07:05 WIB
Melihat Wujud Asli Malaikat Jibril

Allah mengabadikan peristiwa Nabi Muhammad melihat Malaikat Jibril dalam bentuk aslinya dalam Al-Qur'an:

وَلَقَدْ رَآهُ نزلَةً أُخْرَى (13) عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى (14) عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَى (15) إِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشَى (16) مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَى (17) لَقَدْ رَأَى مِنْ آيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَى (18)

Artinya: "Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu' (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebagian tanda-tanda Tuhannya yang paling besar." (QS An-Najm Ayat 13-18)

Rasulullah pernah bersabda: "Aku melihat Jibril (dalam rupa aslinya), ia memiliki enam ratus sayap, dari bulu-bulu sayapnya bertebaran beraneka warna mutiara dan yaqut." (HR Ahmad)

Disebutkan juga bahwa Rasulullah telah melihat rupa asli Malaikat Jibril dengan enam ratus sayapnya. Masing-masing sayap besarnya menutupi cakrawala langit, dan berjatuhan dari sayapnya beraneka ragam mutiara dan Yaqut yang hanya Allah sendirilah yang mengetahui keindahan dan banyaknya.

Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu mengatakan bahwa Rasulullah bersabda: "Jibril datang kepadaku dengan mengenakan pakaian yang bertaburan penuh dengan mutiara."

Bertemu Allah 'Azza wa Jalla

Para Ulama memiliki pandangan masing-masing terkait peristiwa Nabi Muhammad bertemu Allah 'Azza wa Jalla. Apakah Nabi melihat Tuhannya dengan mata kepala atau mata hati? Masing-masing punya pendapat sendiri-sendiri. Wallahu A'lam

Ibnu Katsir menyebutkan keterangan dari Abu Zar yang menceritakan bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah SAW. "Apakah engkau pernah melihat Tuhanmu?" Rasulullah menjawab: "Yang kulihat hanya Nur, mana mungkin aku dapat melihat-Nya." (riwayat Imam Muslim)

Sementara keterangan Ibnu Abbas tentang firman Allah di Surat An-Najm, yang artinya, "Sesungguhnya Muhammad telah melihat-Nya pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha." Ibnu Abbas menjelaskan tentang ayat ini:
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!