Persiapkan Lumbung Pangan, Prabowo Belajar dari Kisah Nabi Yusuf?
Jum'at, 24 April 2020 - 09:04 WIB
ثُمَّ يَأْتِي مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ سَبْعٌ شِدَادٌ يَأْكُلْنَ مَا قَدَّمْتُمْ لَهُنَّ إِلَّا قَلِيلًا مِمَّا تُحْصِنُونَ
Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari bibit gandum yang akan kamu simpan. (QS Yusuf 48).
ثُمَّ يَأْتِي مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ عَامٌ فِيهِ يُغَاثُ النَّاسُ وَفِيهِ يَعْصِرُونَ
Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan di masa mereka memeras anggur.” (QS Yusuf 49).
Langkah-langkah yang ditawarkan Nabi Yusuf AS bukan hanya kebijakan yang menyangkut pemerintahan namun juga masyarakat sebagai pelaku ekonomi.
Strategi efisiensi produksi dan konsumsi menjadi langkah pertama diiringi dengan saving (penghematan) dan membangun lumbung pangan untuk menghadapi masa krisis pangan yang dikabarkan oleh alam.
Nabi Yusuf akhirnya menjadi Bendaharawan negara yang menguasai gudang penyimpanan hasil bumi sebagai persediaan untuk menghadapi tahun-tahun paceklik yang sulit seperti yang diceritakannya.
Lumbung pangan adalah kunci kehidupan masa paceklik. Rupanya Prabowo belajar akan hal itu. "Tanamlah tanaman pangan untuk saudara sendiri. Supaya di saat yang susah, mungkin terdapat kekurangan persediaan (pangan), kalian tidak panik karena punya lumbung-lumbung sendiri,” ujar Prabowo. ( Baca juga: Jika Wabah Corona Berlangsung Lama, Prabowo Minta Masyarakat Lakukan Ini )
Maka Prabowo pun menekankan, sudah saatnya kader Partai Gerindra menggunakan organisasi, kelompok-kelompok, serta koperasi yang sudah dibentuk untuk menjamin ketersediaan pangan, minimal untuk keluarga sendiri dan kalau memungkinkan membantu masyarakat sekelilingnya.
Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari bibit gandum yang akan kamu simpan. (QS Yusuf 48).
ثُمَّ يَأْتِي مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ عَامٌ فِيهِ يُغَاثُ النَّاسُ وَفِيهِ يَعْصِرُونَ
Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan di masa mereka memeras anggur.” (QS Yusuf 49).
Langkah-langkah yang ditawarkan Nabi Yusuf AS bukan hanya kebijakan yang menyangkut pemerintahan namun juga masyarakat sebagai pelaku ekonomi.
Strategi efisiensi produksi dan konsumsi menjadi langkah pertama diiringi dengan saving (penghematan) dan membangun lumbung pangan untuk menghadapi masa krisis pangan yang dikabarkan oleh alam.
Nabi Yusuf akhirnya menjadi Bendaharawan negara yang menguasai gudang penyimpanan hasil bumi sebagai persediaan untuk menghadapi tahun-tahun paceklik yang sulit seperti yang diceritakannya.
Lumbung pangan adalah kunci kehidupan masa paceklik. Rupanya Prabowo belajar akan hal itu. "Tanamlah tanaman pangan untuk saudara sendiri. Supaya di saat yang susah, mungkin terdapat kekurangan persediaan (pangan), kalian tidak panik karena punya lumbung-lumbung sendiri,” ujar Prabowo. ( Baca juga: Jika Wabah Corona Berlangsung Lama, Prabowo Minta Masyarakat Lakukan Ini )
Maka Prabowo pun menekankan, sudah saatnya kader Partai Gerindra menggunakan organisasi, kelompok-kelompok, serta koperasi yang sudah dibentuk untuk menjamin ketersediaan pangan, minimal untuk keluarga sendiri dan kalau memungkinkan membantu masyarakat sekelilingnya.
(mhy)
Lihat Juga :