Beginilah Sikap dan Nasihat Umar bin Khattab kepada Kaum Muslimah
Jum'at, 04 Maret 2022 - 16:50 WIB
Umar bin Khattab adalah pribadi yang keras dan dijuluki sebagai singa padang pasir, namun terhadap wanita, sang Amirul Mukminin ini begitu lemah lembut. Foto ilustrasi/ist
Sahabat Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, Umar bin Khattab adalah sosok dijuluki Al-Faruq, yakni orang yang dapat membedakan kebenaran dari kebatilan, serta berjuang dalam menegakkan kebenaran dan memberantas kebatilan itu. Ia pun dikenal sebagai 'singa padang pasir', karena begitu disegani dan ditakuti oleh musuh-musuhnya.
Namun bagaimanapun keras tabiatnya, Umar merupakan pribadi yang lemah lembut terhadap istri dan kaum perempuan. Sang Amirul Mukminin itu pernah berkata, “Pada masa jahiliyah, perempuan itu tak ada harganya bagi kami. Sampai akhirnya Islam datang dan menyatakan bahwa perempuan itu sederajat dengan laki-laki.”
Perempuan itu sangat penting dalam Islam. Islam memosisikan perempuan dengan begitu mulia, karena generasi gemilang akan lahir dari rahimnya. Sebagai penghormatan kepada perempuan, Umar bin Khattab selalu mengingatkan, perempuan harus selalu dilindungi dari berbagai hal yang tidak baik, termasuk fitnah akan dirinya.
Baca juga: Ini yang Dilakukan Umar bin Khattab ketika Mendapati Istri Prajurit Muslim Kesepian
Dalam kitab 'Fathul Qadir' dikisahkan, Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata,
“Bimbinglah para wanita dalam berpakaian. Sesungguhnya salah seorang dari mereka apabila telah memiliki banyak pakaian dan perhiasan yang bagus, maka akan membuat ia senang keluar rumah.”
Nasehat Umar bin Khattab ini, karena ia sangat mengerti bagaimana fitnah perempuan merupakan perkara dahsyat yang menimpa kaum laki-laki sebagaimana hal ini telah dikabarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Tidak ada fitnah yang aku tinggalkan setelahku yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada fitnah wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Sebagaimana penuturan Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, di antara godaan (fitnah) besar perempuan yaitu dalam hal berpakaian, busana, dan tampilan diri yang memesona bagi laki-laki asing yang bukan mahramnya. Penampilan yang jauh dari kriteria busana syar’i , seperti memperlihatkan lekuk-lekuk tubuh, terbuka aurat yang seharusnya tertutup, memakai wewangian saat keluar rumah, dan sebagainya yang intinya membuat kaum pria tertarik padanya.
Kaum perempuan terkadang tak menyadari bahwa mereka bisa memfitnah laki-laki dengan keindahan busana yang dikenakan meskipun ia berbusana syar’i karena setan terlalu lihai dalam menggoda anak Adam. Maka Islam memperbolehkan perempuan keluar rumah selagi ada kebutuhan dengan berbakaian syar’i dan bukan pakaian untuk mempercantik diri sehingga tidak menjadi godaan laki-laki.
Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
Namun bagaimanapun keras tabiatnya, Umar merupakan pribadi yang lemah lembut terhadap istri dan kaum perempuan. Sang Amirul Mukminin itu pernah berkata, “Pada masa jahiliyah, perempuan itu tak ada harganya bagi kami. Sampai akhirnya Islam datang dan menyatakan bahwa perempuan itu sederajat dengan laki-laki.”
Perempuan itu sangat penting dalam Islam. Islam memosisikan perempuan dengan begitu mulia, karena generasi gemilang akan lahir dari rahimnya. Sebagai penghormatan kepada perempuan, Umar bin Khattab selalu mengingatkan, perempuan harus selalu dilindungi dari berbagai hal yang tidak baik, termasuk fitnah akan dirinya.
Baca juga: Ini yang Dilakukan Umar bin Khattab ketika Mendapati Istri Prajurit Muslim Kesepian
Dalam kitab 'Fathul Qadir' dikisahkan, Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata,
اسْتَعِيْنُوْا عَلَى النِّسَاءِ بِالْعُرَى إِنَّ إِحْدَاهُنَّ إِذَا كَثُرَتْ ثِيَابُهَا وَحَسُنَتْ زِيْنَتُهَا أَعْجَبُهَا الْخُرُوْجُ
“Bimbinglah para wanita dalam berpakaian. Sesungguhnya salah seorang dari mereka apabila telah memiliki banyak pakaian dan perhiasan yang bagus, maka akan membuat ia senang keluar rumah.”
Nasehat Umar bin Khattab ini, karena ia sangat mengerti bagaimana fitnah perempuan merupakan perkara dahsyat yang menimpa kaum laki-laki sebagaimana hal ini telah dikabarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ
“Tidak ada fitnah yang aku tinggalkan setelahku yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada fitnah wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Sebagaimana penuturan Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, di antara godaan (fitnah) besar perempuan yaitu dalam hal berpakaian, busana, dan tampilan diri yang memesona bagi laki-laki asing yang bukan mahramnya. Penampilan yang jauh dari kriteria busana syar’i , seperti memperlihatkan lekuk-lekuk tubuh, terbuka aurat yang seharusnya tertutup, memakai wewangian saat keluar rumah, dan sebagainya yang intinya membuat kaum pria tertarik padanya.
Kaum perempuan terkadang tak menyadari bahwa mereka bisa memfitnah laki-laki dengan keindahan busana yang dikenakan meskipun ia berbusana syar’i karena setan terlalu lihai dalam menggoda anak Adam. Maka Islam memperbolehkan perempuan keluar rumah selagi ada kebutuhan dengan berbakaian syar’i dan bukan pakaian untuk mempercantik diri sehingga tidak menjadi godaan laki-laki.
Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
Lihat Juga :