Kesultanan Mughal, Negeri Islam yang Didirikan Keturunan Jengis Khan

Senin, 07 Maret 2022 - 05:15 WIB
Pada abad ke-18, kekuasaan kesultanan ini tampak meredup sampai akhirnya runtuh pada abad ke-19 seiring dilengserkannya sultan terakhir pada 1857 dan berdirinya Imperium Inggris.

Secara kronologis, para pemimpin Kesultanan Mughal tersebut adalah Babur, Humayun, Akbar the Great, Jahangir, Shah Jahan, Aurangzeb, Bahadur Shah I, Jahandar Shah, Farruksiyar, Rafi ud-Darajat, Shah Jahan II, Muhammad Shah, Ahmad Shah Bahadur, Alamgir II, Shah Alam III, Akbar Shah II, dan Bahadur Shah Zafar.

Hampir 200 tahun sampai 1856 (keruntuhannya), para sultan ini berkediaman utama di Benteng Merah (Red Fort), Delhi, pasca ibu kota kesultanan dipindahkan dari Agra.

Sebagian besar wilayah kesultanan ini ditaklukkan oleh Sher Shah pada masa Humayun. Namun, di bawah kepemimpinan Akbar the Great, kesultanan ini tumbuh pesat dan terus berkembang sampai akhir pemerintahan Aurangzeb. Jahangir, putra Akbar the Great, memerintah kesultanan ini pada kurun 1605-1627. Pada Oktober 1627, Shah Jahan, putra Jahangir, mewariskan tahta dan kesultanan yang luas dan kaya di India.

Pada abad ke-17, tampaknya Kesultanan Mughal menjadi kerajaan terbesar di dunia. Selain itu, terjadi proses pembangunan yang monumental dalam sejarah, sebab pada waktu itu, Sultan Mughal Shah Jahan memerintahkan pembangunan Taj Mahal, sebuah monumen untuk Arjumand Banu Begum alias Mumtaz Mahal, istri Shah Jahan asal Persia.

Pembangunan Taj Mahal berlangsung pada 1630-1653 di Agra, India. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa Taj Mahal adalah adi karya dari arsitektur Mughal.

Pembangunan Taj Mahal disebabkan dua hal. Kesatu, Sultan Shah Jahan memiliki kekayaan yang besar dalam masa kepemimpinannya. Kedua, pada 1631, istri ketiganya yaitu Mumtaz Mahal sekaligus istri yang paling dicintainya meninggal dunia sewaktu melahirkan Gauhara Begum, anak mereka yang ke-14.

Dengan kata lain, Taj Mahal bukan hanya untuk mengenang kematian Mumtaz Mahal, melainkan juga melambangkan besarnya cinta Shah Jahan kepada Mumtaz Mahal.

Akhirnya, sesudah kematian Aurangzeb pada 1707, Kesultanan Mughal mulai mengalami kemunduran meski dapat mempertahankan keberadaannya selama 150 tahun.

Baca juga: Khalifah Al-Walid bin 'Abdul-Malik, Ketika Upeti Membanjiri Dinasti Umayyah
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!