Khalifah Walid bin Yazid, Digambarkan sebagai Zindiq yang Menikahi Istri Ayahnya

Jum'at, 11 Maret 2022 - 15:13 WIB
Di tengah perburuan Walid II terhadap anggota keluarganya yang tidak sepaham dengan keinginannya, Yazid putra Walid bin Abdul Malik melarikan diri, dan berhasil menghimpun kekuatan untuk melakukan perlawanan. Ia pun dibaiat oleh keluarga Yamani di daerah Syria dan Palestina.

Melihat terjadinya perpecahan di dalam keluarga Umayyah, tentara dan aparatur kerajaan menjadi rentan berkhianat. Walid II menaikkan gaji mereka beberapa kali lipat untuk menjamin kesetiaan dari prajuritnya.

Tapi itu semua tidak cukup. Yazid bin Walid datang bersama bersama pasukannya mengepung Istana.

Pada detik-detik menentukan, sebagian besar pasukan justru membelot dan berbalik menyerang Walid II. Pasukan Walid II pun kocar-kacir. Meski sudah berusaha melarikan diri, namun pasukan Yazid bin Walid berhasil menemukannya, dan membunuhnya.

Ketika dikepung ia sempat berkata, “Bukankah aku telah memberikan hadiah kepada kalian? Bukankah aku telah meringankan beban kalian yang berat? Bukankah aku telah memberi makan orang-orang fakir di antara kalian?”

Mereka yang mengepungnya menjawab, “Kami tidak membencimu dari diri kami sendiri. Kami mengepungmu karena engkau terlalu banyak melanggar batasan-batasan aturan Allah. Engkau minum minuman keras, menikahi istri ayahmu dan melecehkan perintah Allah.”

Kepala Walid II akhirnya dipenggal dan diarak di jalan-jalan kota Damaskus. Hal yang membuat kebencian antarkeluarga Bani Umayyah semakin memuncak satu sama lain.

Walid II hanya mampu bertahan selama 14 bulan di atas singgasananya. Setelah itu, Yazid bin Walid dinobatkan sebagai khalifah pada tahun 126 H.

Baca juga: Marwan Bin Hakam, Pecahan Laknat Allah yang Jadi Khalifah Dinasti Umayyah
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!