Khalifah Walid bin Yazid, Digambarkan sebagai Zindiq yang Menikahi Istri Ayahnya

Jum'at, 11 Maret 2022 - 15:13 WIB
loading...
Khalifah Walid bin Yazid,...
Kepemimpinan Khalifah Walid bin Yazid penuh intrik. Pemberontakan pun meletus dan dia terbunuh dalam sebuah perang saudara. (Foto/Ilustrasi: Ist)
A A A
Walid bin Yazid atau lebih dikenal dengan sebutan Walid II menjabat sebagai Khalifah pada Dinasti Umayyah antara 743 sampai 744. Ia menggantikan pamannya, Hisham bin Abdul-Malik. Imam Suyuthi mengatakan al-Walid II adalah seorang fasik, peminum khamr, dan banyak melanggar aturan syari’at.

Naiknya Walid ke tampuk kekuasaan secara keras ditantang banyak orang dalam istana karena reputasi Walid yang gaya hidupnya tak bermoral. Walau begitu, ia telah dijadikan khalifah.

Baca juga: Bernarkah Khalifah Utsman bin Affan Dikorbankan Bani Umayyah?

Dalam buku The History of al-Tabaridipaparkan bahwa Walid II adalah sosok yang terkenal perangai buruknya. Awalnya, ketika Hisham bin Abdul-Malik pertama kali menjabat sebagai khalifah, ia bersikap baik dan menaruh hormat pada Walid II. Akan tetapi sejak Walid II mulai menunjukkan perangai buruk dan meminum anggur, sikap Hisham jadi berubah terhadapnya.

Tabari menceritakan, bahwa untuk mengubah perangai buruk Walid II, Hisham mengirimnya untuk menjadi pemimpinan jamaah haji tahun 116 H. Tapi pada momen ini Walid II justru melunasi kebejatannya. Ia dikabarkan membawa beberapa ekor anjing dan anggur ke tanah suci. Ia meletakkan anjing tersebut di dalam sebuah kotak. Satu ketika, kotak yang berisi anjing tersebut jatuh dari unta, dan masyarakat melihatnya.

Ia juga dikabarkan membawa kanopi sebesar Kakbah. Rencananya kanopi itu akan ia bentangkan di atas Kakbah dan ia akan duduk di atasnya. Namun rencana tersebut dibatalkan karena pertimbangan dari teman-temannya. Akhirnya kanopi itu tetap digelar di pelataran Masjidil Haram.

Imam Suyuthi dalam kitabnya,Tarikh al-Khulafa, mengatakan al-Walid II naik haji ke Mekkah dengan tujuan hendak minum khamr(yang memabukkan) di depan Kakbah. Dia juga menikahi istri-istri ayahnya–sesuatu yang diharamkan dalam Islam.

Imam Suyuthi meriwayatkan dari Dzahabi bahwa al-Walid II juga melakukan liwath. Karenanya, ada yang sampai hati mengatakan dia seorang zindiq.

Berita tentang perilaku buruk Walid II sampai ke telinga Khalifah Hisham. Sejak itu, Hisham berencana mengubah daftar khalifah setelahnya, diturunkan kepada putranya, Maslamah bin Hisham.

Rencana itu tidak terlaksana mengingat Walid II adalah pasangan yang satu paket dengan Hisham yang merupakan wasiat Khalifah Yazid bin Abdul Malik. Mendelegitimasi Walid II, sama halnya mendelegitimasi dirinya sendiri. Dan hal ini akan menuai protes dari keluarga besar bani Umayyah dan banyak bawahannya.

Baca juga: Catatan Emas Jihad di Zona Laut Daulah Umayyah

Bodoh dan Ceroboh
Walid II akhirnya naik tahta pada tahun 125 H di usia 39 tahun. Tidak hanya berperangai buruk, Walid II juga ternyata bodoh dalam berstrategi dan ceroboh dalam bertindak.

Hal yang pertama yang dilakukannya justru menjadikan seluruh keluarganya sebagai musuh. Belum genap setahun menjabat sebagai khalifah, ia langsung mengangkat satu paket penggantinya, yaitu dua orang putranya bernama Utsman dan Hakam yang ketika itu masih kecil.

Kebijakan ini tentu saja tidak disetujui oleh banyak pihak. Tapi ia justru mengancam akan menghukum bagi siapa saja yang tidak mematuhinya.

Akbar Shah Najeebabadi dalam bukunya berjudul "The History Of Islam" menceritakan, bahwa perangai buruk Walid II sejak sebelum menjabat sebagai khalifah sebenarnya sudah banyak kritik dan tidak disetujui oleh beberapa anggota keluarganya. Dan ketika ia menjabat, semua orang anggota keluarganya yang berseberangan dengannya diperlakukan semena-mena.

Beberapa di antara mereka ada yang diturunkan gajinya, dan sebagian lagi ada yang ditahan. Ia menangkap Sulaiman bin Hisham, mencambuknya, dan menggunduli rambut serta mencukur jenggotnya, lalu dipertontonkannya di depan umum.

Walid II juga menahan beberapa anak dari Yazid bin Hisham dan Walid bin Abdul Malik. Intinya, pada masa Walid II, ikatan keluarga Umayyah terpecah belah dan mulai menyimpan dendam yang tak berkesudahan. Satu hal yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Baca juga: Masjid Lumpur Bani Umayyah Ditemukan, Dibangun di Awal Islam

Kepalanya Dipenggal
Di tengah perburuan Walid II terhadap anggota keluarganya yang tidak sepaham dengan keinginannya, Yazid putra Walid bin Abdul Malik melarikan diri, dan berhasil menghimpun kekuatan untuk melakukan perlawanan. Ia pun dibaiat oleh keluarga Yamani di daerah Syria dan Palestina.

Melihat terjadinya perpecahan di dalam keluarga Umayyah, tentara dan aparatur kerajaan menjadi rentan berkhianat. Walid II menaikkan gaji mereka beberapa kali lipat untuk menjamin kesetiaan dari prajuritnya.

Tapi itu semua tidak cukup. Yazid bin Walid datang bersama bersama pasukannya mengepung Istana.

Pada detik-detik menentukan, sebagian besar pasukan justru membelot dan berbalik menyerang Walid II. Pasukan Walid II pun kocar-kacir. Meski sudah berusaha melarikan diri, namun pasukan Yazid bin Walid berhasil menemukannya, dan membunuhnya.

Ketika dikepung ia sempat berkata, “Bukankah aku telah memberikan hadiah kepada kalian? Bukankah aku telah meringankan beban kalian yang berat? Bukankah aku telah memberi makan orang-orang fakir di antara kalian?”

Mereka yang mengepungnya menjawab, “Kami tidak membencimu dari diri kami sendiri. Kami mengepungmu karena engkau terlalu banyak melanggar batasan-batasan aturan Allah. Engkau minum minuman keras, menikahi istri ayahmu dan melecehkan perintah Allah.”

Kepala Walid II akhirnya dipenggal dan diarak di jalan-jalan kota Damaskus. Hal yang membuat kebencian antarkeluarga Bani Umayyah semakin memuncak satu sama lain.

Walid II hanya mampu bertahan selama 14 bulan di atas singgasananya. Setelah itu, Yazid bin Walid dinobatkan sebagai khalifah pada tahun 126 H.

Baca juga: Marwan Bin Hakam, Pecahan Laknat Allah yang Jadi Khalifah Dinasti Umayyah
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Benarkah Islam Agama...
Benarkah Islam Agama Perang? Simak Sejarah Turunnya Perintah Berperang dalam Al-Qur'an
Sejarah Kiswah Kakbah:...
Sejarah Kiswah Kakbah: Dari Beragam Warna hingga Hitam yang Mendunia
Dibangun Lebih dari...
Dibangun Lebih dari Rp1.500 Triliun! 20 Fakta Menakjubkan Masjidil Haram
Selat Gibraltar: Abadinya...
Selat Gibraltar: Abadinya Nama Sang Panglima Perang Islam dalam Peta Dunia
Jejak Para Singa Allah:...
Jejak Para Singa Allah: Deretan Panglima Perang Terhebat dalam Sejarah Islam
Inilah Penyebab Utama...
Inilah Penyebab Utama Iran Menjadi Negara Syiah
Rekomendasi
Simpan Ratusan Jimat,...
Simpan Ratusan Jimat, Inilah Sosok Naas Istri Firaun
Fenomena Alam Cincin...
Fenomena Alam Cincin Hitam Muncul di Langit Disneyland
Mulut Neraka di Siberia...
'Mulut Neraka' di Siberia Mulai Menelan Apapun di Sekitarnya
Artikel Terkini
Makna Basmalah dan Tafsirnya...
Makna Basmalah dan Tafsirnya dalam Islam, Ini Arti Bismillahirrahmanirrahim
Asal Usul Bacaan Basmalah,...
Asal Usul Bacaan Basmalah, Ternyata Pertama Kali Ditulis oleh Nabi Sulaiman AS
Dahsyatnya Bismillah,...
Dahsyatnya Bismillah, Doa Perisai Diri yang Ampuh dari Segala Kejahatan dan Gangguan
Keutamaan Bismillah...
Keutamaan Bismillah yang Jarang Diketahui, Dosa Diampuni dan Amal Kebaikan Dilipatgandakan
Menag Nasaruddin Umar,...
Menag Nasaruddin Umar, Andra Soni, dan Saleh Husin Hadiri MTQ Imam Masjid Se-Banten di Masjid Raya Baitul Mukhtar BSD
Cristiano Ronaldo Viral...
Cristiano Ronaldo Viral Ucap Bismillah, Bolehkah Hanya Bismillah atau Bismillahirrahmanirrahim? Ini Penjelasan Ulama
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved