Kala Koreysh, Jejak Dakwah Islam Suku Quraisy di Rusia

Sabtu, 12 Maret 2022 - 10:44 WIB


Beberapa di antara warisan budaya Kala Koreysh adalah reruntuhan benteng, masjid abad ke-11 yang setengah hancur, mausoleum para penguasa terakhir negara Kaytag, dan pemakaman kuno baik untuk bangsawan maupun rakyat biasa.

Baca juga: Ukraina Harap Muslim Indonesia Tidak Terprovokasi Propaganda Rusia

Di dekat permukiman, Anda dapat menemukan reruntuhan penginapan pinggir jalan khas budaya timur untuk para pelancong yang dikenal sebagai caravanserai. Bentuk bangunan yang didirikan pada abad ke-15 itu sama sekali tak mencirikan wilayah tersebut karena orang-orang Dagestan lebih memilih untuk tinggal di rumah kerabat atau temannya.

Di pintu masuk permukiman, Anda dapat menemukan gundukan bebatuan kecil yang tertutup pohon dengan hiasan jilbab dan pita. Menurut legenda, seorang perempuan lokal dikubur di sana.

Kisahnya, dahulu kala, saat seluruh penduduk sedang beribadah di masjid, musuh menyerang Kala Koreysh. Perempuan itu adalah satu-satunya yang menahan mereka sampai orang-orang selesai beribadah. Ia terluka, tapi berhasil menyelamatkan permukiman.

Penduduk terakhir Kala Koreysh dipindahkan ke Chechnya pada 1944. Kemudian mereka memilih tinggal di kota dan desa lain. Kala Koreysh pun menjadi kota mati.

Saat ini, permukiman yang ditinggalkan itu menjadi bagian dari warisan budaya Dagestan dan Rusia, menjadi situs bersejarah bagi umat Islam. Di negeri ini Islam bukanlah pendatang baru di Rusia.

Baca juga: Presiden Rusia Ungkap Peran Penting Komunitas Muslim dalam Masa Pandemi
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!